Beranda Peristiwa Energi Gempa Banten Setara 95 Kali Bom Nuklir Nagasaki Jepang

Energi Gempa Banten Setara 95 Kali Bom Nuklir Nagasaki Jepang

597
0
Salah satu rumah warga yang rusak akibat gempa. (Foto : ist)

SERANG  – Banten dilanda gempa bermagnitudo 6,9. Bahkan gempa ini mengguncang beberapa wilayah di Jabodetabek, Bandung, Bengkulu sampai Yogyakarta pada Jumat, 2 Agustus 2019. Pada awal setelah gempa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan kepada warga potensi tsunami.

Untungnya, tsunami tak terjadi dan beberapa jam selepas pemberitahuan Gempa Banten itu, BMKG mencabut peringatan dini tsunami.

Menurut rilis awal, kekuatan Gempa Banten bermagnitudo 7,4 sebelum dimutakhirkan. Pegiat kebencanaan, Ma’rufin Sudibyo mengatakan dengan magnitudo awal tersebut, Gempa Banten melepaskan energi yang besar.

“Dengan magnitudo 7,4 menurut rilis awal BMKG, maka gempa ini melepaskan energi 1,89 megaton TNT (setara 95 butir bom nuklir Nagasaki) yang merambat sebagai gelombang seismik,” ujar Ma’rufin dikutip Sabtu, 3 Agustus 2019.

Dengan pemutakhiran BMKG bahwa Gempa Banten bermagnitudo 6,9, Ma’rufin mengatakan, maka dengan modifikasi persamaan dasar Gutenberg Ritcher, gempa tersebut memiliki energi 337 kiloton TNT atau 16,9 kali lipat bom nuklir Nagasaki.

Ma’rufin memperkirakan Gempa Banten ini butuh beberapa hari untuk menuju pada situasi normal. Seperti biasa begitu gempa utama terjadi akan disusul dengan gempa susulan.

“Belum (normal). 2-3 hari ke depan baru stabil. Gempa-gempa susulan akan lebih kecil. Jumlahnya juga bakal menurun secara eksponensial,” jelas Ma’rufin seperti dilansir VIVA.co.id.

Gempa yang muncul setelah Gempa Banten bermagnitudo 6,9 terjadi gempa di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya pada Sabtu dini hari WIB 3 Agustus 2019 pukul 00.22 WIB.

Gempa bumi tektonik tersebut terletak pada koordinat 7,43 LS – 106,48 BT, tepatnya berada di Laut pada jarak 49 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan kedalaman 27 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

BMKG merilis, ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menyelusup menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Dampak dari Gempa Banten kemarin, 1.200 warga sekitar Banten mengungsi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengungkapkan data sementara per Sabtu pagi, tercatat 113 bangunan rusak kategori rusak ringan hingga rusak berat.

Rinciannya 34 rusak berat, 21 rusak sedang, 58 rumah rusak ringan, satu kantor desa rusak, dua masjid rusak ringan. (Red)