Beranda Pemerintahan Efisiensi Anggaran, Sejumlah Proyek Infrastruktur di Kabupaten Serang Terdampak

Efisiensi Anggaran, Sejumlah Proyek Infrastruktur di Kabupaten Serang Terdampak

DPUPR Kabupaten Serang Mochamad Roni Natadipradja saat ditemui di DPRD Banten. (Iyus/bantennews)

KAB. SERANG – Efisiensi anggaran mulai berdampak langsung pada sejumlah proyek infrastruktur yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Sejumlah pembangunan jembatan yang sebelumnya ditargetkan tuntas tahun ini kini terpaksa tertunda karena keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang, Mochamad Roni Natadipradja mengungkapkan, pada 2026 pihaknya tetap menjalankan sejumlah proyek pembangunan, meski harus menghadapi tekanan efisiensi anggaran.

Roni menyebut DPUPR Kabupaten Serang menangani sedikitnya 12 paket pembangunan jalan, enam paket pembangunan jembatan, dua paket rehabilitasi kantor kecamatan, serta tiga paket penataan fasilitas sosial dan fasilitas umum, termasuk alun-alun.

“Untuk pembangunan jalan kurang lebih ada 12 paket, jembatannya 6 paket, kemudian rehab kantor kecamatan ada di 2 lokasi, penataan fasos-fasum atau alun-alun itu di 3 lokasi,” ujar Roni, Sabtu (4/7/2026).

Namun, keterbatasan anggaran memaksa sejumlah proyek mengalami penyesuaian volume pekerjaan. Dampak paling terasa terjadi pada pembangunan jembatan.

Roni mengakui beberapa proyek jembatan yang semula ditargetkan rampung tahun ini kini hanya mampu menyelesaikan sebagian konstruksi.

“Ada, betul. Seperti yang di jembatan contohnya, yang tadinya harusnya tuntas dengan anggaran yang tersedia, jadinya nggak tuntas. Cuma hanya bisa abutment-nya saja, gelagarnya belum,” katanya.

Kondisi itu membuat sejumlah jembatan belum bisa difungsikan karena pembangunan baru menyentuh struktur dasar tanpa pemasangan bentang utama.

Roni menyebut proyek jembatan di wilayah Kadubeureum dan Tirtayasa menjadi contoh proyek yang terdampak efisiensi anggaran.

“Yang saya ingat di Kadubeureum, kemudian di Tirtayasa,” ungkapnya.

DPUPR Kabupaten Serang kini berupaya mencari solusi agar proyek-proyek yang belum rampung dapat dilanjutkan melalui penganggaran berikutnya.

Pasalnya, proyek infrastruktur yang mangkrak berisiko menghambat mobilitas warga sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Aktivis Cikoja Ingatkan DPRD Kabupaten Serang Jangan Lemahkan Upaya Penanganan Bencana

Efisiensi anggaran yang menghantam sektor infrastruktur kini menjadi tantangan besar bagi Pemkab Serang, terutama untuk menjaga keseimbangan antara keterbatasan fiskal dan kebutuhan pembangunan yang mendesak.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah