Beranda Pemerintahan Edi Ariadi Titip Penyelesaian RPJM Keempat Cilegon ke Helldy-Sanuji

Edi Ariadi Titip Penyelesaian RPJM Keempat Cilegon ke Helldy-Sanuji

Walikota Cilegon, Edi Ariadi didampingi Pj Sekretaris Daerah, Maman Mauludin. (Gilang)

CILEGON – Di hari akhir masa jabatannya sebagai Walikota Cilegon, Edi Ariadi menitipkan sejumlah program kerja daerah yang belum rampung, untuk dapat dituntaskan di masa kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon terpilih, Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta.

“Saya kira program pembangunan itu harus berlanjut. Selama 20 tahun di sini saya sudah membuat RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) 25 tahun. Nah, fase terakhir RPJP ini bagian Pak Helldy dan Pak Sanuji,” ujar Edi didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Maman Mauludin, Selasa (16/2/2021) petang.

Program kerja daerah itu, kata dia, merujuk pada Undang Undang nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang juga mewajibkan setiap kepala daerah terpilih untuk memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). RPJP itu sendiri merupakan hasil kesepakatan antara eksekutif dengan parlemen yang dituangkan dalam grand design pembangunan.

“Saya sih sebetulnya punya ambisi ketika belum ada pandemi Covid-19, dan saat saya masih bersama Pak Iman (Mantan Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi), saya akan menyelesaikan RPJM yang keempat. Dimana targetnya adalah Pelabuhan Warnasari, JLU (Jalan Lingkar Utara), Stadion Sport Center, sampai sekolah unggul. Tapi kan karena adanya pandemi, memaksa adanya refocusing anggaran, dan itu sangat mempengaruhi secara tidak langsung,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Cilegon mengagendakan pelepasan Edi Ariadi dan Wakilnya, Ratu Ati Marliati pada Rabu (17/2/2021) siang ini. Ia berharap, ke depan pandemi Covid-19 dapat terus ditekan sehingga pemerintah dengan leluasa menjalankan program kerjanya.

“Kita itu inginnya cepat, tapi kan ada prokes (protokol kesehatan) yang harus kita lalui, perubahan anggaran dimana pembangunan fisik tidak diperkenankan dulu karena harus lebih memprioritaskan kesehatan. Sehingga akselerasi kita itu kelihatan pelan,” tandasnya. (dev/red)