Beranda Nasional Duh, Vaksinasi Awal Jokowi Tak Mendongkrak Minat Warga Ikut Vaksin Covid-19

Duh, Vaksinasi Awal Jokowi Tak Mendongkrak Minat Warga Ikut Vaksin Covid-19

Presiden Joko Widodo saat divaksinasi

SERANG –  Plaksanaan vaksinasi Covid-19 perdana yang disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata tidak terlalu mendongkrak minat masyarakat untuk mau divaksin. Demikian menurut Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia.

Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan pada survei yang sama pada Desember 2020 jumlah yang kurang dan tidak bersedia divaksin mencapai 43 persen. Kemudian pada survei terbaru pada 1-3 Februari 2021 hanya turun dua persen saja.

“Yang mengagetkan saya secara pribadi, meskipun surveinya telah dilakukan setelah presiden sendiri langsung menjadi orang pertama divaksin, itu masih banyak yang tidak bersedia. Total 41 persen kurang bersedia atau sangat tidak bersedia,” kata Burhanuddin melansir suara.com (jaringan BantenNews.co.id), Minggu (21/2/2021).





Menurutnya, ada berbagai macam alasan masyarakat menolak divaksin yakni seperti meragukan efek samping, efektivitas vaksin, merasa sehat walau tak divaksin, tidak mau bayar vaksin, meragukan kehalalan vaksin, hingga tak mau terlibat mafia farmasi.

“Ini bisa menjadi masalah karena vaksinasi itu bicara kepentingan bersama, jadi pemerintah harus menjelaskan ini,” terangnya.

Survei ini juga menunjukkan bahwa ada 55 persen orang yang bersedia divaksin, terdiri dari 15,8 persen sangat bersedia dan 39,1 persen cukup bersedia.

Survei ini dilakukan Indikator dengan cara melakukan wawancara telepon terhadap 1.200 responden pada 1-3 Februari 2021 dari seluruh provinsi di Indonesia.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(Red)