KAB. SERANG — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang memastikan Jembatan Peng di Tirtayasa akan dibangun tahun ini.
Kepala DPUPR Kabupaten Serang, Muhammad Ronny Natadipradja mengungkapkan, saat ini proyek masih berada pada tahap awal proses pengadaan.
“Jembatan Tirtayasa, insya Allah tahun ini akan ditangani. Sekarang prosesnya baru tahap persiapan pengadaan barang dan jasa,” kata Ronny, Senin (20/4/2026).
Terkait mekanisme pelaksanaan proyek, Ronny menjelaskan, pengerjaan akan melalui proses lelang terbuka. Namun, hingga saat ini tahapan tersebut belum dimulai secara resmi.
“Lelang. Insya Allah kemungkinan di awal Juni sudah mulai ada pemenang penyedianya,” jelasnya.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai progres lelang, ia menegaskan bahwa pihaknya masih dalam tahap administrasi awal.
“Belum, belum. Kita baru penyampaian bahan untuk dilelang,” tambahnya.
Perbaikan Jembatan Tirtayasa ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan serta kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah tersebut. Warga pun diminta bersabar sembari menunggu proses lelang dan pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal.
Seperti diberitakan, Jembatan Kali Peng di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, sejak 2020, kondisinya rusak parah. Warga terpaksa melintas di atas konstruksi darurat yang hanya ditopang plat besi.
Akses utama penghubung Desa Lontar dan Alang-alang itu kini menjadi ancaman nyata. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut memicu kecelakaan berulang.
“Sejak dibangun, jembatan ini belum pernah diperbaiki, apalagi dibangun ulang,” kata warga Lontar, Payumi, Sabtu (18/4/2026) lalu.
Ia menegaskan, kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan. Plat besi yang dipasang seadanya tidak menjamin keselamatan pengguna.
“Masih bisa dilewati, tapi cuma ditopang plat besi. Kami khawatir ini makan korban lagi,” ujarnya.
Kekhawatiran itu terbukti. Sejumlah kendaraan dilaporkan terperosok, mulai dari truk sembako, mobil pengangkut es ikan, hingga sepeda motor yang tercebur.
“Sudah banyak kejadian. Motor saja sering jatuh,” ungkapnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
