TANGERANG — Nama anggota DPRD Kota Tangerang, Zamaludin, terseret dalam polemik banjir di Kampung Parung Kored, Karang Tengah. Warga menuding proyek di lahannya menutup satu-satunya drainase hingga permukiman rutin terendam.
Saluran selebar 80 sentimeter itu hilang sejak tiga bulan lalu setelah tertutup pondasi proyek. Sejak itu, air hujan tak lagi mengalir dan genangan terus mengepung rumah warga.
Sejumlah warga menyebut Zamaludin sebagai aktor di balik proyek tersebut. Politikus Golkar itu bahkan hadir dalam musyawarah di kelurahan sebagai pemilik lahan.
Zamaludin tidak membantah kepemilikan lahan, namun menolak tudingan menutup drainase. Ia justru menyebut aliran air warga selama ini mengarah ke lahannya.
“Ada drainase warga yang buang ke lahan saya,” tegasnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menilai banjir terjadi karena faktor alam. Lokasi kampung yang lebih rendah membuat wilayah itu rawan genangan, terlepas dari aktivitas pembangunan.
“Tanpa diurug pun tetap banjir karena tanahnya rendah,” ujarnya.
Zamaludin mengklaim sudah membuat saluran air meski belum sepenuhnya terhubung. Ia juga mengusulkan pembangunan drainase ke Pemkot Tangerang dan menargetkan realisasi pertengahan tahun ini.
Terkait rencana pembangunan di lahannya, ia mengaku sempat menyiapkan proyek lapangan padel, namun tertunda karena kendala pendanaan.
Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
