KAB. SERANG — Lambannya pelaksanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Serang mendapat sorotan tajam dari DPRD. Anggota Komisi IV, Azwar Anas, mengingatkan bahwa keterlambatan berisiko besar terhadap kualitas pekerjaan.
Menurutnya, pola pengerjaan yang menumpuk di akhir tahun menjadi ancaman serius, terutama karena faktor cuaca yang tidak bisa dikendalikan.
“Kalau terus terlambat, pekerjaan dikejar di akhir tahun. Ini rawan, kualitas bisa terganggu,” tegas Anas, Senin (20/4/2026).
Anas mendesak pemerintah daerah untuk tidak berlama-lama dalam proses lelang, khususnya untuk proyek yang secara administratif sudah siap.
Ia menilai, tidak ada alasan untuk menunda jika tahapan perencanaan hingga survei telah rampung.
“Kalau dokumen sudah siap, lelang harus segera jalan. Targetnya pertengahan atau akhir April sudah bisa mulai dikerjakan,” katanya.
Sorotan juga diarahkan pada kondisi Jembatan Kali Peng yang kini hanya ditopang plat besi. Komisi IV memastikan akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi sebenarnya.
“Kami akan survei langsung. Kalau memang krusial, harus segera ditangani,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan jembatan tersebut tidak bisa ditunda. Jika memungkinkan, proyek akan didorong masuk dalam anggaran perubahan tahun ini.
Namun, jika belum terealisasi, pembangunan akan diprioritaskan pada 2027 dengan perencanaan dimulai tahun ini.
“Yang jelas, ini tidak bisa dibiarkan. Keselamatan warga jadi taruhan,” tandasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang, Muhammad Ronny Natadipradja mengaku, masih dalam tahap administrasi awal.
“Belum, belum. Kita baru penyampaian bahan untuk dilelang,” kata Ronny.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
