SERANG — Wakil Ketua Umum DPP Kesti TTKKDH, Haji Maman Suleman, melontarkan peringatan keras kepada seluruh anggota dan komunitas budaya. Ia menegaskan organisasi tidak mentolerir pelanggaran dan siap menjatuhkan sanksi tegas bagi oknum yang mencoreng nama perguruan.
Maman menyampaikan imbauan langsung kepada seluruh paguron, pelaku, dan pelestari budaya agar menjaga marwah organisasi. Ia menegaskan setiap tindakan negatif tidak mencerminkan identitas insan budaya, khususnya Kesti TTKKDH.
“Hal-hal yang tidak kita inginkan itu bukan dari orang budaya, apalagi dari Kesti TTKKDH,” tegas Maman, Sabtu (25/4/2026).
Ia memastikan DPP telah menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari DPW hingga DPD, untuk menjaga disiplin organisasi. Maman juga menegaskan, siap mengambil tindakan tegas jika menemukan anggota terlibat pelanggaran.
“Saya akan tindak keras sesuai AD/ART jika ada anggota yang terlibat kasus,” ujarnya.
Pernyataan ini mempertegas sikap organisasi dalam menjaga integritas serta menutup ruang bagi oknum yang menyalahgunakan nama perguruan.
Senada, Sekretaris Dewan Pembina DPP Kesti TTKKDH, Deden Apriandhi Hartawan menekankan sikap tegas terhadap anggota yang melanggar aturan. Organisasi tidak memberi ruang bagi oknum yang menyimpang dari visi dan misi.
“Kalau ada yang melenceng, pilihannya jelas: keluar atau kami keluarkan,” ujarnya.
Deden mengingatkan seluruh anggota, khususnya pelatih silat, untuk menjaga norma agama dan etika. Ia menyoroti pentingnya integritas di tengah munculnya kasus dugaan pelecehan oleh oknum guru silat di wilayah Banten.
“Kami instruksikan semua pelatih menjaga norma. TTKKDH berdiri di atas nilai keagamaan,” katanya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
