Beranda Pemerintahan DPKP Kabupaten Tangerang Salurkan Pupuk Organik Cair ke Petani

DPKP Kabupaten Tangerang Salurkan Pupuk Organik Cair ke Petani

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menyalurkan bantuan sebanyak 21.340 liter Pupuk Hayati Cair - foto istimewa

KAB. TANGERANG  – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menyalurkan bantuan sebanyak 21.340 liter Pupuk Hayati Cair (PHC) Bionature kepada para petani. Bantuan ini disalurkan kepada 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Pupuk cair yang disalurkan itu merupakan bantuan dari APBN Kementerian Pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno, Jumat (23/9/2022).

Bantuan pupuk cair tersebut disalurkan kepada para petani melalui kelompok tani di wilayah kerja BPP yang terdaftar di SIMLUHTAN dengan total luas sawah 4.268 hektare. Dengan ini diharapkan agar para petani bisa meningkatkan produksi pertanian dan beralih terhadap ketergantungan kepada pupuk kimia.

“Tidak mudah memang meninggalkan pupuk kimia, setidaknya dengan adanya bantuan ini nantinya para petani bisa lebih bijak menggunakan pupuk kimia sesuai dosis dan anjuran, serta mengetahui hasil yang diperoleh dengan menggunakan pupuk hayati cair,” terangnya.

Untuk diketahui, 12 kecamatan yang telah mendapatkan pupuk cair tersebut yaitu Kecamatan GunungKaler, Mekar Baru, Kronjo, Jayanti, Balaraja, Kresek, Sukamulya, Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Sepatan dan Sepatan Timur.

Selain itu, pupuk cair itu pun bermanfaat untuk membantu para petani dalam mengolah pertanian untuk menyediakan hara tanah, dan hara dalam tanah bagi tanaman. Pupuk hayati cair ini diproduksi secara organik, tanpa proses maupun campuran bahan kimia, dan menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman secara natural.

Sebagai informasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang juga akan melakukan upaya memberikan bantuan berupa prasarana dan sarana pertanian (alat mesin pertanian dan benih unggul) untuk para petani.

(Red)