Beranda Peristiwa Dorong Hilirisasi Pertanian Nasional, Kementan Salurkan 220 Ribu Benih Kelapa di Lebak

Dorong Hilirisasi Pertanian Nasional, Kementan Salurkan 220 Ribu Benih Kelapa di Lebak

Kementerian Pertanian saat memberikan bantuan benih kelapa kepada kelompok tani di Kabupaten Lebak. (Foto: Istimewa)

LEBAK — Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menyalurkan bantuan sebanyak 220.000 butir benih kelapa unggul kepada kelompok tani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Penyaluran ini menjadi langkah nyata pelaksanaan program hilirisasi pertanian yang digalakkan pemerintah pusat, dengan sasaran utama meningkatkan produktivitas serta nilai ekonomi komoditas kelapa di wilayah tersebut.

Bantuan benih kelapa itu diserahkan secara simbolis oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementan, Dr. Iim Mucharam, kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Makmur di Desa Sindang Sari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Minggu (24/5/2026).

Dr. Iim Mucharam mengatakan, alokasi 220.000 benih kelapa tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan pertanian seluas 2.000 hektare.

“Ini adalah intervensi di sektor hulu sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat rantai pasok dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian nasional,” kata Iim kepada awak media.

Ia menjelaskan, kelapa merupakan komoditas dengan potensi ekonomi besar. Namun, pemanfaatannya dinilai belum optimal sehingga diperlukan penanganan serius sejak tahap pembibitan.

“Kualitas benih adalah kunci keberhasilan di hulu. Kami memastikan benih yang disalurkan merupakan varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi lahan di Lebak, sehingga nantinya mampu menghasilkan produk berkualitas yang siap diolah lebih lanjut di industri hilir. Tujuannya jelas, meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain bantuan benih, pemerintah juga menyalurkan pupuk serta bantuan operasional kegiatan (HOK) untuk pembuatan lubang tanam dan proses penanaman.

Iim menegaskan, pendampingan teknis akan terus dilakukan agar proses penanaman hingga pemeliharaan berjalan sesuai standar, sehingga target produksi dan mutu hasil panen dapat tercapai.

“Kami akan memastikan pendampingan teknis berjalan terus agar penanaman dan pemeliharaan berjalan sesuai standar, sehingga target produksi dan mutu dapat tercapai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tolak Pembangunan TPST, Warga di 2 Kecamatan Gelar RDP di DPRD Lebak

Menurutnya, program hilirisasi ini dirancang secara menyeluruh, tidak hanya berhenti pada penyediaan sarana produksi, tetapi juga mencakup pengembangan sistem pascapanen dan pengolahan hasil.

Melalui skema tersebut, produk kelapa asal Lebak diharapkan memiliki nilai jual lebih tinggi, daya saing kuat, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Ke depannya, Kementerian Pertanian berencana memperluas program serupa ke daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi perkebunan kelapa besar. Langkah ini diambil guna memaksimalkan kontribusi komoditas kelapa bagi pertumbuhan perekonomian nasional,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian menyambut baik langkah strategis tersebut. Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementan, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan, atas pelaksanaan program pengembangan kelapa di wilayah Lebak.

Pemerintah daerah meyakini program tersebut akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Acara penyerahan bantuan turut dihadiri Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Banten serta perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Banten. Kehadiran unsur pemerintah pusat hingga daerah menegaskan komitmen bersama dalam mengawal program sesuai arahan Menteri Pertanian, mulai dari tahap persiapan, pemeliharaan, hingga pascapanen demi kemajuan sektor pertanian dan perkebunan di Banten.

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo