SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai mematangkan rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Royal Baroe.
Langkah ini dilakukan menyusul membeludaknya jumlah pengunjung di kawasan yang kini digadang menjadi ikon baru Kota Serang itu.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat pembentukan UPTD Royal Baroe yang digelar bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Serang, Senin (2/2/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin mengatakan, perkembangan Royal Baroe di luar perkiraan pemerintah daerah. Lonjakan pengunjung yang terjadi setiap akhir pekan dinilai perlu ditangani secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Kalau melihat perkembangan Royal Baroe, kunjungannya luar biasa. Ini sudah menjadi salah satu ikon Kota Serang. Maka harus ada sinergi antarpihak agar pengelolaannya lebih optimal,” kata Nanang.
Ia menjelaskan, selama ini penanganan kawasan masih terbagi ke beberapa OPD. Dinas Perhubungan (Dishub) menangani lalu lintas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertanggung jawab atas kebersihan, sementara pengamanan dan ketertiban dilakukan oleh Satpol PP.
Namun ke depan, Pemkot Serang menilai perlu adanya satu unit khusus yang fokus mengelola kawasan strategis kota.
Tidak hanya Royal Baroe, tetapi juga kawasan lain yang tengah disiapkan, seperti Pasar Lama, alun-alun Kota Serang, hingga rencana pengembangan kawasan Kampung Pecinan.
“Gagasan kami, bagaimana kalau dibentuk UPT yang secara khusus menangani Royal Baroe, Pasar Lama, dan Pecinan. Sementara untuk alun-alun bisa dibentuk UPT tersendiri. Kita harus berpikir ke depan karena potensi keramaiannya sangat besar,” ungkap Nanang.
Menurut Nanang, keberadaan UPTD nantinya akan mempermudah pengelolaan berbagai agenda kegiatan, mulai dari perizinan event, penyusunan agenda tahunan, hingga promosi kawasan.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan pengelolaan kebersihan dan pengamanan dilakukan melalui skema outsourcing, dengan tetap melibatkan OPD teknis terkait.
“Kalau sudah ada UPT, event-event akan tertata. Perizinan jelas, agenda tahunan juga jelas. Semua akan kita tetapkan melalui keputusan wali kota dan dipublikasikan secara luas, termasuk lewat media sosial,” ujarnya.
Nanang menambahkan, Pemkot Serang menyambut gembira antusiasme masyarakat terhadap Royal Baroe. Namun di sisi lain, tingginya jumlah pengunjung juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
“Jujur saja, kami juga agak gagap menghadapi membludaknya pengunjung ini. Satu sisi membahagiakan warga, tapi di sisi lain penanganannya juga luar biasa. Karena itu, pembentukan UPTD menjadi kebutuhan,” katanya.
Saat ini, rencana pembentukan UPTD Royal Baroe masih dalam tahap kajian oleh Bagian Organisasi Setda Kota Serang, termasuk analisis beban kerja, perencanaan, dan penganggaran.
Pemkot berharap, keberadaan UPTD nantinya mampu menjadikan Royal Baroe dan kawasan sekitarnya sebagai pusat ekonomi kreatif, penggerak UMKM, sekaligus destinasi unggulan Kota Serang.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
