KAB. SERANG — Matahari pagi belum tinggi ketika halaman Kantor Kecamatan Binuang mulai dipenuhi warga. Kaus olahraga, atribut merah putih, rombongan sekolah, kelompok pemuda hingga keluarga berdatangan dari berbagai penjuru.
Hari itu, warga Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, tidak sekadar mengejar keringat. Mereka datang untuk merayakan kemerdekaan bersama.
Jalan sehat sepanjang sekitar 5 kilometer menjadi salah satu agenda utama peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tingkat Kecamatan Binuang. Ribuan warga mengikuti rute yang mengambil titik start sekaligus finish di halaman kantor kecamatan.
Namun, ada satu hal yang membuat kegiatan kali ini terasa berbeda, ayam hidup menjadi doorprize.
Beberapa ekor ayam sumbangan warga ikut masuk dalam daftar hadiah. Benda hidup itu sontak mengundang tawa dan menjadi bahan candaan peserta. Setiap nomor peserta yang keluar saat pengundian membuat warga menoleh, bersorak, dan berharap namanya mendapat giliran.
Bagi warga, ayam hidup itu bukan sekadar hadiah unik. Sumbangan tersebut menunjukkan cara sederhana masyarakat ikut mengambil bagian dalam memeriahkan kemerdekaan.
Camat Binuang Mamak Abror mengatakan perayaan kemerdekaan harus melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup berhenti pada upacara dan seremoni.
“Kita berkumpul bersama, berolahraga bersama, bergembira bersama dan tentunya mempererat silaturahmi,” ujar Abror saat memberikan sambutan, Rabu (12/8/2026).
Ia mengapresiasi pemerintah desa, sekolah, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, donatur, panitia, tokoh masyarakat dan seluruh warga yang ikut menyukseskan kegiatan.
Abror menilai, kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam mengisi kemerdekaan.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kebersamaan, kekompakan, gotong royong dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Tujuh kepala desa di Kecamatan Binuang juga ikut melepas rombongan warganya. Mereka berdiri bersama peserta sebelum ribuan warga bergerak menempuh rute sekitar 5 kilometer.
Peserta datang dengan gaya masing-masing. Ada yang membawa keluarga, bergabung dengan kelompok masyarakat, organisasi kepemudaan, lembaga desa hingga rombongan sekolah. Warna merah putih mendominasi suasana dan membuat halaman kantor kecamatan semakin semarak.
Antusiasme warga sudah terlihat sejak pagi. Sebagian peserta datang lebih awal untuk mengikuti jalan sehat sekaligus menunggu pengundian hadiah.
Namun, hadiah bukan satu-satunya alasan warga bertahan hingga acara berakhir. Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk bertemu tetangga, bercengkerama, berolahraga dan merasakan suasana kemerdekaan bersama.
Ketika pengundian doorprize berlangsung, sorak-sorai warga semakin keras. Nomor demi nomor keluar. Harapan peserta pun ikut naik turun.
Di antara berbagai hadiah, ayam hidup mencuri perhatian paling besar.
Hadiah itu sederhana, tetapi justru menjadi cerita paling unik dari perayaan HUT RI ke-81 di Binuang. Sumbangan warga tersebut memperlihatkan bahwa kemeriahan kemerdekaan tidak selalu membutuhkan hadiah mahal.
Semangat berbagi dan gotong royong justru membuat perayaan terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Jalan sehat akhirnya membawa warga kembali ke halaman Kantor Kecamatan Binuang. Mereka bukan hanya menyelesaikan perjalanan lima kilometer, tetapi juga membawa pulang cerita tentang kebersamaan, tawa dan semangat gotong royong.
Di Binuang, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang sederhana: berjalan bersama, tertawa bersama, dan berbagi dari warga untuk warga.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
