Beranda Bisnis Dodol Ibu Kita, Kuliner Legit Khas Tanara yang Bertahan di Tengah Gempuran...

Dodol Ibu Kita, Kuliner Legit Khas Tanara yang Bertahan di Tengah Gempuran Jajanan Modern

Kue Dodol Ibu Kita Khas Tanara Kabupaten Serang. (Istimewa)

KAB. SERANG – Di tengah etalase toko yang dipenuhi camilan modern dengan aneka rasa, warna, dan kemasan, dodol masih punya tempat sendiri. Teksturnya kenyal, rasanya legit, dan aromanya membawa ingatan pada dapur rumah.

Di Kampung Nambo, Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Dodol Ibu Kita terus menjaga tradisi itu.

Produk rumahan ini mempertahankan resep keluarga dengan ketan pilihan, santan segar, dan gula aren asli. Tiga bahan sederhana itu menjadi fondasi rasa manis, gurih, dan legit yang menjadi ciri khas dodol Tanara.

Pengelola Dodol Ibu Kita, Alfiyah binti Haji Padil mengatakan, mereka tidak ingin mengorbankan kualitas hanya demi mengejar jumlah produksi.

“Penggunaan bahan baku berkualitas menjadi salah satu kunci utama. Ketan pilihan memberikan tekstur khas, santan kental menghadirkan rasa gurih yang seimbang, sementara gula aren asli memberikan aroma dan rasa manis alami,” kata Alfiyah, Sabtu (15/8/2026).

Legitnya Lahir dari Kesabaran

Membuat dodol tidak mengenal jalan pintas. Adonan ketan, santan, dan gula aren harus melewati proses pemasakan yang panjang.

Pengolah harus terus mengaduk adonan hingga teksturnya mencapai tingkat kematangan yang tepat.

Proses itu menentukan karakter dodol. Terlalu cepat mengangkat adonan, teksturnya bisa berubah. Terlalu lama, kualitas rasanya juga bisa terganggu.

Karena itu, tangan pengolah dan ketepatan membaca adonan menjadi bagian penting dalam menjaga rasa yang sama dari waktu ke waktu.

Dodol Ibu Kita juga memilih bahan baku secara selektif. Ketan berkualitas memberikan tekstur kenyal, santan menghadirkan rasa gurih, sementara gula aren membangun aroma sekaligus rasa manis yang khas.

Satu potong dodol menghadirkan rasa yang sederhana tetapi kuat. Manis gula aren tidak menutup rasa gurih santan.

Baca Juga :  Produksi Baja RI Ditargetkan 27 Juta Ton

Tekstur legitnya membuat camilan ini cocok menemani secangkir kopi atau teh pada sore hari.

Tradisi yang Ikut Beradaptasi

Menjaga resep lama bukan berarti menolak perubahan. Dodol Ibu Kita mengikuti kebiasaan konsumen masa kini melalui kemasan yang lebih praktis.

Konsumen dapat membawanya sebagai buah tangan, menyajikannya saat menerima tamu, memasukkannya ke dalam hampers, atau menghidangkannya dalam acara keluarga.

Pengelola juga memperluas akses pembelian. Konsumen dapat memesan melalui WhatsApp di nomor 087886422717 atau membeli produk melalui Shopee.

Langkah itu membuat dodol khas Tanara tidak hanya berputar dari tangan warga sekitar. Produk tersebut punya peluang menjangkau konsumen dari berbagai daerah.

Di situlah Dodol Ibu Kita menemukan cara bertahan: resep tetap lama, cara menjual mengikuti zaman.

Tanara dan sejumlah wilayah di Kabupaten Serang menyimpan banyak kuliner tradisional. Dodol menjadi salah satu makanan yang mampu membawa identitas daerah melalui rasa.

Bagi wisatawan, satu bungkus dodol mungkin hanya terlihat sebagai oleh-oleh. Namun bagi pembuatnya, setiap adonan membawa resep yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Ada ketekunan di balik proses memasaknya. Ada bahan lokal dalam setiap rasanya. Dan ada cerita keluarga yang terus berjalan melalui setiap potong dodol.

Di tengah tren makanan yang cepat berganti, Dodol Ibu Kita memilih untuk tidak meninggalkan akarnya.

Karena makanan tradisional tidak selalu harus berubah menjadi modern untuk bertahan. Kadang, cukup menjaga rasa aslinya, memperbaiki cara mengemasnya, lalu membawanya lebih jauh.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah