
PANDEGLANG — Doa menggema di Posko Pencarian Marina Lippo Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026). Di tengah penantian yang belum berujung, para jurnalis berkumpul, menundukkan kepala, dan menitipkan harapan agar lima rekan mereka segera kembali.
Namun, suasana berubah haru ketika keluarga korban ikut larut dalam doa. Tangis pecah.
Salah satunya datang dari Desi Purnamasari, istri jurnalis Kantor Berita Antara Biro Banten, M Bagus Khoirunnas.
Desi sudah bertahan di posko sejak malam sebelumnya. Ia menunggu satu kabar yang paling ia harapkan: suaminya ditemukan dalam keadaan selamat.
Dengan suara bergetar, Desi meminta para jurnalis dan seluruh masyarakat terus mendoakan Bagus serta empat rekannya.
“Mohon doanya rekan-rekan semua, doa yang terbaik buat suami saya dan rekan-rekan lainnya. Saya dari semalam menunggu di sini, menunggu kabar baik,” ujar Desi.
Ia tak banyak bicara, penantian panjang membuat kecemasan semakin terasa. Di posko itu, keluarga korban terus menunggu kabar dari tim SAR yang menyisir perairan Selat Sunda.
Para jurnalis dari berbagai media juga memilih bertahan di lokasi. Mereka tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi ikut menjaga harapan bagi lima rekan yang belum diketahui keberadaannya.
Jurnalis Kompas TV, Yudha mengatakan, doa bersama menjadi bentuk ikhtiar sekaligus solidaritas sesama jurnalis.
“Semoga dengan doa ini teman-teman kita ditemukan, kondisinya sehat, baik-baik saja, dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” kata Yudha.
Berangkat Liputan, Tak Kunjung Kembali
Lima jurnalis itu sebelumnya berangkat menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik. Mereka menumpang speedboat bersama tiga awak kapal.
Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam perjalanan menuju kawasan GAK, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus.
Sejak saat itu, keluarga, rekan sesama jurnalis, dan tim SAR terus menunggu kepastian.
Basarnas bersama tim SAR gabungan menggelar operasi pencarian di perairan Selat Sunda. Tim menyisir kawasan yang menjadi jalur perjalanan rombongan, sementara keluarga menanti di posko dengan harapan yang sama.
Di Posko Pencarian Marina Lippo Carita, doa menjadi satu-satunya cara yang bisa dilakukan keluarga dan rekan-rekan mereka sambil menunggu kabar dari laut.
Hari terus berjalan. Tetapi harapan keluarga belum padam: lima jurnalis itu harus kembali, selamat, ke rumah dan keluarga mereka.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd