Beranda Pemerintahan DLH Kota Serang Segera Buka Kelas Sadar Sampah

DLH Kota Serang Segera Buka Kelas Sadar Sampah

Kepala DLH Kota Serang Farach Richi. (Adef/bantennews)

SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menyiapkan strategi baru untuk menekan persoalan sampah di Kota Serang. Tidak hanya fokus pada infrastruktur, DLH kini mendorong perubahan pola pikir warga lewat Program Kelas Sadar Sampah.

Program ini akan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami cara mengelola sampah dengan benar sekaligus memanfaatkan nilai ekonominya.

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi mengatakan, program tersebut ditargetkan mulai berjalan sebelum penetapan Anggaran Perubahan 2026.

“Mudah-mudahan sebelum anggaran perubahan sudah bisa dimulai,” ujar Farach, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Farach, Kelas Sadar Sampah dirancang untuk membangun pola pikir baru bahwa sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang. Jika dikelola dengan baik, sampah justru bisa menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

DLH Kota Serang akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengelola bank sampah, pengurus RT/RW, hingga organisasi kemasyarakatan. Mereka akan menjadi peserta utama sekaligus agen edukasi di lingkungan masing-masing.

“Kelas ini nantinya akan diikuti oleh perwakilan pengelola bank sampah, pengurus RT dan RW, serta organisasi kemasyarakatan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan mempelajari teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga cara mengolah sampah menjadi produk bernilai jual.

Farach menegaskan, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah di Kota Serang. Karena itu, edukasi harus berjalan secara konsisten agar budaya memilah sampah bisa dimulai dari rumah.

“Kita akan mengajarkan kepada masyarakat melalui Kelas Sadar Sampah ini tentang bagaimana sampah apabila dipilah bisa menjadi sumber daya, baik itu sampah organik maupun anorganik,” ujarnya.

Selain mendorong kepedulian lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Masyarakat bisa menyetorkan sampah yang sudah dipilah ke bank sampah atau mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Baca Juga :  Pastikan Program Kerja Berjalan, Walikota Serang Minta PAD di-Gas

“Dengan pemilahan yang benar, sampah yang tadinya dianggap sebagai limbah tidak bernilai, dapat diolah kembali atau disalurkan ke bank sampah sehingga mampu mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui program ini, DLH Kota Serang berharap lahir budaya baru di masyarakat yaitu memilah sampah sebagai kebiasaan sehari-hari.

Langkah ini dinilai penting untuk menekan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir sekaligus memperkuat ekonomi berbasis pengelolaan sampah.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd