
SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupatèn Serang menurunkan tim untuk mengambil sampel air Sungai Ciujung. Pengambilan sampel ini menindaklanjuti dugaan pencemaran air sungai.
“Kami telah membetuk tim investigasi dan penyusunan rencana aksi. Melaksanakan pemantauan dan pengambilan sampel kualitas air Sungai Ciujung dan Sungai Cidurian pada beberapa titik strategis untuk memperoleh data kondisi air sebelum dan sesudah sumber pencemar,” ujar Kepala DLH Kabupaten Serang Sarudin, Selasa (23/6/2026).
Sarudin mengatakan, kondisi Sungai Ciujung seperti saat ini sering terjadi pada musim kemarau. Hal ini disebabkan debit aliran Sungai Ciujung dari Bendung Pamarayan menurun, sementara terjadi pendangkalan atau endapan di muara sehingga saat air laut pasang terjadi arus balik yang mengaduk endapan dasar sungai dan menyebabkan air tampak menghitam.
“Saat ini DLH akan melakukan sampling kualitas air untuk memastikan kondisi mutu air, serta berkoordinasi dengan BBWS C3 terkait normalisasi/pengerukan endapan sungai dan pengaturan debit aliran dari Bendung Pamarayan,” ungkapnya
Selain itu, DLH Kabupatèn Serang juga akan menyampaikan surat imbauan kepada perusahaan-perusahaan yang membuang air limbah ke DAS Ciujung agar melakukan pengurangan beban pencemaran pada musim kemarau melalui optimalisasi IPAL, recycle air limbah, maupun penampungan sementara efluen (lagoon), sehingga kualitas air sungai tetap terjaga.
Bagja Saputra, Sekretaris DLH Kabupaten Serang turut menyampaikan bahwa pengambilan sampel dilakukan di empat titik, mulai dari bagian hulu wilayah Kabupaten Serang hingga hilir. “Kita ambil di bagian hulu di Kecamatan Tunjungteja, Pamarayan, Kragilan, hingga hilir di Tirtayasa. Kita ingin mengetahui secara pasti kualitas baku mutu air di masing-masing titik, baik di aliran sungai untuk air minum, industri, hingga pertanian,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Mantan Camat Bojonegara ini mengatakan, selain melakukan pemeriksaan sampel air, pihaknya juga akan melakukan investigasi terkait sumber cemaran air sungai. “Apakah pencemarannya dari industri atau dari domestik rumah tangga,” ungkapnya.
Lebih lanjut Bagja menyatakan bahwa pihaknya akan memeriksa kembali dokumen lingkungan industri yang ada di bantaran Sungai Sungai Ciujung.
“Kita perlu langkah cepat dan langkah jangka panjang untuk mengatasi pencemaran ini. Sebagai dinas yang langsung berdekatan dengan masyarakat langsung dan lokasi. Ya kita bertanggung jawab memberikan data dan fakta yang benar untuk menjadi landasan kita menindaklanjuti,” ujarnya.
Penulis : TB Ahmad Fauzi
Editor : TB Ahmad Fauzi