Beranda Advertorial DLH Kabupaten Serang Optimalkan Pengelolaan Bank Sampah dan Metode 3R

DLH Kabupaten Serang Optimalkan Pengelolaan Bank Sampah dan Metode 3R

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang menerapkan program 3R, yakni reduce (mengurangi), recycle (daur ulang) dan reuse (menggunakan kembali).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang menerapkan program 3R, yakni reduce (mengurangi), recycle (daur ulang) dan reuse (menggunakan kembali).

SERANG – Dalam rangka menangani pengelolaan sampah secara optimal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang menerapkan program 3R, yakni reduce (mengurangi), recycle (daur ulang) dan reuse (menggunakan kembali). Metode tersebut dilakukan untuk meminimalisasi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) dengan cara mengolahnya terlebih dahulu.

Kepala seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah pada DLH Kabupaten Serang Cahyo Harsanto mengatakan terkait penanganannya menggunakan sebuah armada kendaraan operasional pengangkut, sedangkan untuk pengurangannya akan dilakukan dengan pembentukan bank sampah di setiap desa.

“Kalau berbicara pengelolaan sampah ada dua, yaitu ada penanganan dan pengurangan sampah,” kata Kepala seksi (Kasi) pengelolaan sampah Cahyo Harsanto.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui DLH membentuk bank sampah agar dapat mengurangi sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang bisa mengurangi pencemaran lingkungan.

“Dampak dari bank sampah itu dapat sisi edukasinya, sampah yang dibuang ke TPA semakin kecil, dan masyarakat akan mendapatkan manfaat secara ekonomi. Dan hasilnya bisa di daur ulang serta di jual,” tambah Cahyo.

DLH melakukan berbagai upaya agar bank sampah binaan bisa berjalan dengan baik yakni dengan terus melakukan sosialisasi serta bekerja sama dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari universitas untuk mengarahkan pengelolaan sampah. Untuk di Kabupaten Serang sudah tersedia 30 unit bank sampah yang telah terdaftar.

Saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi serta memberikan bantuan berupa alat timbangan dan tabungan kepada bank sampah binaan. Sehingga nantinya DLH akan bekerja sama dengan perusahaan guna mendorong melalui industri.

“Jadi kalau sampah kita kurangi melalui bank sampah otomatis biaya retribusi ke TPA juga berkurang, serta masyarakat juga mendapatkan manfaat secara ekonomi dari hasil limbahnya seperti kardus, besi dan plastik yang bisa dijual dan didaur ulang kembali,” katanya. (ADV)