Beranda Peristiwa Diterjang Hujan Lebat, Longsor Terjadi di Cilegon, Saluran Air Tutup

Diterjang Hujan Lebat, Longsor Terjadi di Cilegon, Saluran Air Tutup

Petugas BPBD Kota Cilegon melakukan pengecekan Longsor di Lingkungan Gelereng I, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon

CILEGON – Bencana longsor akibat hujan dengan intensitas lebat terjadi di Lingkungan Gelereng I, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Peristiwa tersebut menyebabkan pondasi bangunan roboh dan materialnya menutup aliran air hingga masuk ke rumah warga.

Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, membenarkan kejadian longsor yang terjadi pada Senin, 29 Desember 2025, sekitar pukul 19.00 WIB. Laporan resmi diterima BPBD pada Rabu (31/12/2025).

“Longsor terjadi akibat hujan lebat yang memicu pergerakan tanah hingga menyebabkan pondasi roboh. Material puing menutup aliran air dan berdampak ke satu rumah warga,” ujar Suhendi saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, rumah yang terdampak merupakan milik Sahudi, dengan jumlah penghuni satu kepala keluarga beranggotakan empat jiwa. Akibat longsor tersebut, halaman rumah tertutup material puing dan aliran air yang terhambat menyebabkan air masuk ke dalam rumah.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun material longsoran cukup berat sehingga belum bisa dievakuasi secara manual,” jelasnya.

BPBD Kota Cilegon bersama unsur masyarakat telah melakukan asesmen ke lokasi, pendataan, serta evakuasi awal terhadap puing-puing yang menutupi halaman rumah. Meski demikian, hingga Rabu siang, material longsoran yang menutup jalur air belum sepenuhnya dapat diangkat.

“Kami merekomendasikan agar Dinas PUPR Kota Cilegon segera menurunkan alat berat untuk mempercepat evakuasi puing dan membuka kembali aliran air,” tegas Suhendi.

Saat ini, pemilik rumah masih bertahan di kediamannya. Sementara itu, proses penghitungan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Cilegon.

Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin