KAB. SERANG – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang mendorong pengembangan destinasi alternatif untuk menopang kawasan wisata di Kabupaten Serang terutama wisata Anyer.
Kepala Disporpar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya, menyebut desa wisata, pantai, wisata religi, wisata alam dan wisata buatan kini diposisikan sebagai pelengkap yang saling terhubung.
Menurutnya, kunjungan saat libur Lebaran lalu mencapai sekitar 10 ribu orang. Pemerintah daerah, kata dia, menggarap potensi desa wisata dengan dukungan sarana terbatas, seperti tenda dan gazebo.
“Dengan anggaran yang terbatas kita bagikan dengan maksimal seperti desa yang mesti dibantu. Karana desa wisata kita harus inovasi jangan sampai stagnan, kalo alam mungkin beda, ada event dan dukungan festival agar orang tertarik dan destinasi lain yang ada di kabupaten Serang,” ujarnya, Rabu (30/4/2026).
Ia menambahkan, pengembangan wisata alam dan destinasi lain didorong melalui penyelenggaraan acara dan festival untuk menarik pengunjung.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan konsep paket wisata agar wisatawan yang menginap di Anyer dapat memperpanjang masa tinggal dengan mengunjungi destinasi lain di Kabupaten Serang.
Pengembangan pariwisata, kata Anas, melibatkan pemerintah, masyarakat, dan kalangan akademisi. Di kawasan Anyer, peningkatan sarana prasarana dinilai penting, termasuk pengelolaan sampah dan pembangunan jalur pedestrian.
Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan instansi pekerjaan umum, diperlukan untuk mendukung hal tersebut. Selain itu, pemerintah juga mendorong penambahan personel penjaga pantai bersertifikat atau Balawista guna mencapai target nihil insiden.
“Selain itu, kita juga perlu ada Balawista yang bersertifikat untuk zero insiden, perlu ada penambahan personil dari Balawista yang berterifikat. Dan perizinan bagaimana semoga perizinan pantai dapat berizin semua dengan dipermudah,” ucapnya.
Di sisi lain, Anas menyoroti pentingnya kemudahan perizinan pengelolaan pantai melalui sistem perizinan daring, serta pembinaan terhadap pengelola destinasi.
Ke depan, pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan ekowisata berbasis panorama alam, serta rangkaian kegiatan menjelang peringatan lima abad Kabupaten Serang.
Ia mengatakan, perayaan tahun ini direncanakan sebagai tahap awal dengan skala terbatas.
“Harapnya pada ekowisata seperti yang bagus-bagus view-nya, harus ada event-event. Dalam waktu dekat perayaan ada 5 abad kabupaten Serang. Semoga terlaksana, kalo tahun ini ga terlalu besar tetapi diawali tahun ini,” pungkasnya.
Advertorial
