Beranda Pemerintahan Dispora Banten Bantah Ada Obat Keras di Kamar Alexandria

Dispora Banten Bantah Ada Obat Keras di Kamar Alexandria

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, M. Syaukani

SERANG – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, M. Syaukani, membantah adanya temuan obat keras bernama furosemide di kamar Alexandria Warman, atlet tinju yang meninggal dunia di asrama Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Banten.

Syaukani menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya obat tersebut. Menurutnya, setiap obat yang dikonsumsi atlet di lingkungan PPLP harus berdasarkan rekomendasi dokter PPLP, Diden El Albar.

“Semua atlet itu kalau meminum obat harus ada rekomendasi dari dokter. Rekomendasi itu bahkan bisa lewat telepon saja. Saya tidak tahu beliau (Alexandria) mengonsumsi obat seperti itu karena seharusnya tidak boleh,” ujar Syaukani kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).

Pernyataan ini dibenarkan oleh Diden El Albar. Ia menegaskan bahwa setiap obat yang dikonsumsi atlet harus atas rekomendasinya. Diden mengaku tidak mengetahui adanya obat furosemide di kamar Alexandria dan tidak memberikan rekomendasi obat apa pun sebelum atlet tersebut meninggal dunia.

“Itu mutlak harus dari saya. Nah, saya tidak tahu obat-obatan itu (furosemide),” tuturnya.

Diden menambahkan, berdasarkan pemeriksaan kesehatan terakhir pada 12 Oktober 2025, kondisi Alexandria dalam keadaan bugar. Saat itu, ia hanya mengalami cedera ringan di pergelangan kaki.

Penyebab pasti meninggalnya Alexandria juga belum diketahui. Dokter di RS Fatimah tidak dapat memastikan penyebab kematian karena saat dibawa ke rumah sakit, Alexandria sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Enggak bisa dipastikan karena saat dibawa ke rumah sakit sudah tidak bernyawa. Dicari penyebabnya juga tidak bisa,” jelas Diden.

Ayah Alexandria, Jeli Warman, mengatakan sempat melakukan panggilan video beberapa jam sebelum anaknya meninggal. Dalam percakapan itu, putrinya tidak mengeluhkan kondisi kesehatan apa pun dan hanya menyampaikan keinginannya untuk pulang ke rumah di Tangerang Selatan.

Baca Juga :  Bantu Air Bersih Masyarakat, Pj Bupati Tangerang Tinjau Instalasi Pengolahan Air di Desa Palasari Legok

“Saya sempat video call, kalau enggak salah sekitar pukul 21.00 malam. Dia cuma memberitahukan besok mau pulang, sehabis itu lost contact. Enggak ada keluhan, cuma pengen pulang dijemput bunda dan pengen beli sepatu besoknya,” tutur Jeli.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo