Uji Terbang Digelar Juni 2026
KOTA SERANG – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Serang tengah menyiapkan venue paralayang di Gunung Gedor, Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan. Kawasan tersebut direncanakan menjadi destinasi wisata sport baru di Kota Serang.
Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Federasi Aero Sport Indonesia terkait pengembangan wisata paralayang tersebut. Bahkan, perwakilan federasi telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi yang disiapkan.
“Kami di Disparpora sudah berkomunikasi dengan Federasi Aerosport Indonesia. Mereka sudah datang kemarin kunjungan juga ke satu titik venue yang akan kita jadikan wisata sport namanya paralayang,” ujar Zeka, Kamis 14 Mei 2026.
Menurutnya, Gunung Gedor dipilih karena memiliki kontur alam dan kondisi angin yang dinilai potensial untuk olahraga paralayang. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, lokasi tersebut akan menjadi pusat wisata dirgantara pertama di Kota Serang.
Zeka menjelaskan, uji terbang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Kegiatan itu melibatkan personel Angkatan Udara bersama Federasi Paralayang Indonesia untuk menguji aspek keselamatan dan kelayakan lokasi.
“Nah, InsyaAllah nanti bulan Juni akan ada uji terbang dari teman-teman Angkatan Udara dan juga Paralayang Federasi. Ya kita mohon doanya,” katanya.
Hasil uji terbang nantinya akan menjadi dasar penentuan apakah Gunung Gedor layak dijadikan destinasi wisata paralayang berskala nasional. Jika dinyatakan memenuhi standar, fasilitas wisata tersebut direncanakan mulai dibuka pada Juli 2026.
“Kalau itu sudah terjadi, InsyaAllah nanti bulan Julinya sudah mulai kita buka untuk fasilitas paralayang dan juga camping camp nanti di atas sana. Ya minta doanya ajalah semuanya,” ujar Zeka.
Selain fasilitas paralayang, kawasan wisata itu juga akan dilengkapi area camping camp untuk mendukung aktivitas wisatawan. Konsep wisata alam dan olahraga ekstrem tersebut diharapkan mampu menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah.
Meski demikian, Disparpora Kota Serang belum membuka promosi resmi terkait wisata paralayang tersebut. Hal itu karena pihaknya masih menunggu hasil uji terbang dan rekomendasi keselamatan dari pihak terkait.
“Kita belum buka ruang promosi ya terkait paralayang. Tentunya ini karena memang uji terbangnya belum dilaksanakan,” katanya.
Ia menegaskan, promosi baru akan dilakukan setelah rekomendasi keselamatan resmi diterbitkan.
“Setelah rekomendasi uji terbang dan rekomendasi safety dari hal-hal mereka-mereka, maka nanti kita baru bisa jual ini ke masyarakat untuk dijadikan wisata sport yang ada di Kota Serang,” tandasnya.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman
