Beranda Bisnis Disnaker Perkirakan Angka Pengangguran di Banten Terus Meningkat

Disnaker Perkirakan Angka Pengangguran di Banten Terus Meningkat

Ilustrasi - foto istimewa Topcareer.id

SERANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten memperkirakan persentase pengangguran di Banten akan kembali naik. Mengingat mewabahnya pandemi Covid-19 belum juga usai.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran di Banten yang mencapai angka 8,01 persen dengan kata lain sebanyak 489,2 ribu warga Banten menganggur. Bahkan, Banten menduduki peringkat pertama dengan jumlah tingkat penangguran terbuka (TPT) se Indonesia.

Kepala Disnakertrans Banten, Al Hamidi menilai, survey yang dilakukan BPS dilakukan sebelum mewabahnya pandemi Covid-19. Bahkan dirinya memperkirakan jumlah pengangguran pada masa pandemi bisa lebih parah.

“Survey itu kan sebelum KLB (Kejadian Luar Biasa). Kalau sekarang banyak yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) dan dirumahkan,” kata Al Hamidi kepada BantenNews.co.id, Rabu (6/5/2020).

Bahkan Al Hamidi memperkirakan angka pengangguran di atas 10 persen. “Ya mungkin di atas 10 persen. Dan di bulan Agustus (hasilnya) keluar,” jelasnya.

Menurut Al Hamidi, kenaikan angka pengangguran bukan hanya terjadi di Banten saja. Akan tetapi secara nasional angka pengangguran dipastikan mengalami kenaikan.

“Istilahnya kita kan sudah di survey oleh BPS. Ada beberapa faktor penyebabnya diantaranya pertanian juga ada perusahaan yang tutup,” ujarnya.

Dirinya juga tidak menampik angka penangguran di Banten menjadi yang tertinggi secara nasional.

“Iya ada peningkatan. Dan kalau melihat dari pengangguran dan yang terdampak Covid-19 di atas 10 persen,” kata Al Hamidi.

Lebih lanjut, Al Hamidi mengaku, dalam waktu dekat ini pihaknya akan merancang strategi dalam menekan angka penangguran di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi memang kalau masalah pengangguran sektornya bukan di tangan pekerja. Tetap programnya di cover ekonomi yang saat ini terintegrasi antara provinsi dan kabupaten/kota. Hal itu juga untuk mengurangi angka pengangguran ini dimasa Covid-19. Dan salah satu strategi membangun kembali industri yang ada saat ini,” pungkasnya.

(Tra/Mir/Red)