KAB. SERANG – Dinas Komunikasi Informastika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang berupaya meningkatkan keamanan informasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, khususnya terkait keamanan data pribadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Diskominfo Kabupaten Seranfmg, Surtaman mengatakan, pihaknya baru-baru ini menggelar Literasi Keamanan Informasi kepada para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat. Literasi untuk mengedukasi bahwa menjaga keamanan informasi khususnya data pribadi sangat penting.
”Diskominfo baru-baru ini telah menggelar edukasi literasi keamanan informasi untuk seluruh kepala perangkat daerah, baik kepala dinas badan, kantor maupun camat,” kata Surtaman, Rabu (3/12/2025).
Edukasi itu, lanjut Surtaman, untuk memberikan pengertian tentang pentingnya keamanan informasi data pribadi. Ia menilai, tugas tersebut bukan hanya dilakukan Diskominfo saja, tapi merupakan bagian dari tugas pribadi masing-masing.
”Jangan sampai data pribadi kita, data dinas maupun data rahasia negara ini bisa bocor dan dapat di selewengkan oleh orang-orang yang berniat untuk mengambil keuntungan kepentingan pribadi,” ucapnya.
Oleh karena itu, kata Surtaman, Diskominfo hadir memberikan edukasi terkait pentingnya bagaimana cara melindungi data pribadi sebagai warga negara.
Kemudian data-data yang merupakan kepentingannya adalah untuk kepentingan instansi pemerintah, dan masyarakat Kabupaten Serang.
”Semoga dengan peningkatan keamanan data informasi literasi digital di Kabupaten Serang, maka akan berdampak terhadap peningkatan pelayanan publik dan keamanan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang,” ungkapnya.
Sementara, Kabid Persandian dan Statistik (Kabid Sandiktik) pada Diskominfo Kabupaten Serang, Devi Arisandi mengatakan, kegiatan literasi keamanan informasi untuk mendukung transformasi digital pemerintah yang aman dan terpercaya. Selain itu, meningkatkan pemahaman ASN tentang konsep dasar keamanan informasi.
”Kemudian juga untuk meningkatkan kemampuan ASN dalam mengenali ancaman siber (phishing, social engineering, malware dan lainnya), mendorong budaya aman dalam penggunaan teknologi dan informasi, serta membangun budaya keamanan informasi dilingkungan instansi,” ujarnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
