Beranda Kesehatan Disiplin Protokol Kesehatan Mulai dari Rumah

Disiplin Protokol Kesehatan Mulai dari Rumah

Umar Shaquille, anak kedua Desty mencuci tangan di depan rumah. (Dok.desty)

SERANG – Desty Eka Putri, ibu rumah tangga di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, berupaya ketat menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi. Disiplin protokol kesehatan ini ia terapkan mulai dari rumah bersama seluruh anggota keluarganya.

“Kami sekeluarga menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi,” ujarnya, Kamis (1/10/2020).

Perempuan yang pernah tinggal di Belanda ini menyadari bahwa virus Covid-19 ini sangat aktif dan tidak tahu kapan, dari mana, bagaimana virus ini bisa menulari orang terdekatnya. Oleh karenanya Desty melakukan upaya pencegahan untuk diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

Ia meyakini bahwa mengamalkan kehati-hatian dalam bertindak dan bertingkah laku sehari-hari, terutama dalam kondisi seperti ini adalah cermin dari kebijaksanaan dan penghayatan dalam beragama.

“Selain dari pada itu adalah karena saya sendiri memiliki dua anak kecil dan bayi maka protokol kebersihan ini jadi satu yang paling penting diterapkan dalam lingkup keluarga kami,” tegasnya.

Dalam melaksanakan protokol kesehatan, istri dari Ade Jaya Suryani ini menyiapkan keran di luar rumah plus sabun. Siapapun sebelum masuk rumah harus setop dan cuci tangan terlebih dahulu. Bahkan keluarga Desty juga pasang papan imbauan penerapan protokol kesehatan di depan rumahnya.

“Setiap kali habis aktivitas pergi dengan durasi lebih dari satu jam wajib mandi sebelum bersentuhan dengan anggota keluarga lain. Masker selalu kami pakai saat keluar pagar rumah,” ujarnya.

Desty juga mengajarkan disiplin protokol kesehatan ini kepada anak-anaknya. Maryam (9th), anak pertamanya lebih mudah karena sudah paham.dengan bahaya Covid-19  apa dampak yang ditimbulkan. Umar Shaquille (6th), anak keduanya termasuk yang selektif milih masker harus paling pas dan nyaman buat dia.

“Intinya kalau anak-anak tidak mau pakai masker pilihannya lebih baik kita tidak pergi. Tinggal di rumah lebih aman. Tapi kalau anak-anak punya keinginan keluar misal beli sesuatu ke minimarket maka wajib mematuhi peraturan, pakai masker, cuci tangan, dan tidak boleh berkerumun,” ujarnya.

Sementara untuk anak terakhir yang masih berusia 11 bulan, Desty memilih tetap berdia di rumah. “Januari kita baru pulang dari Belanda. Maret ada Covid, nyaris 8 bulan ini kita tidak kemana-mana,” ujarnya. (ink/red/sg)