Beranda Peristiwa Diserang Hama Ganjur, Petani Pandeglang Terancam Gagal Panen

Diserang Hama Ganjur, Petani Pandeglang Terancam Gagal Panen

Petani Pandeglang menujukkan petak sawah yang diserang hama ganjur. (Mg-Madani Prasetia/bantennews)

PANDEGLANG – Petani di Kabupaten Pandeglang menghadapi ancaman serius. Hama ganjur (Orseolia oryzae) menyerang tanaman padi dan membuat sebagian sawah mengering. Petani memperkirakan serangan tersebut dapat memangkas hasil panen hingga 80 persen.

Serangan hama itu menghantam lahan Kelompok Tani Tirta Mukti di Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung. Petani mengaku menghadapi serangan selama hampir tiga pekan. Kini, hama mulai menyebar ke lahan pertanian di sekitarnya.

Perwakilan Kelompok Tani Tirta Mukti, Asep Hidayat, mengatakan serangan sudah menjangkau sekitar satu hektare lahan jika dihitung bersama area pertanian di sekitarnya.

“Kurang lebih hampir tiga minggu sekarang. Ini baru kena sebagian, kalau jangkauan semuanya hampir satu hektare. Yang mengalami banyak lagi di sebelah sana, petani-petani yang lain juga,” kata Asep, Sabtu (8/8/2026).

Hama ganjur membuat tanaman padi perlahan mengering hingga mati. Kondisi itu memaksa sejumlah petani memanen lebih cepat untuk menyelamatkan sebagian hasil sebelum tanaman kehilangan kemampuan menghasilkan bulir.

“Sudah banyak petani yang memanen sebelum waktunya lantaran serangan hama padi. Kalau penyakit ganjur sudah datang, sepertinya gagal panen,” ujarnya.

Ancaman hama datang bersamaan dengan persoalan lain yang selama ini menghantui petani: air. Infrastruktur irigasi belum mampu memenuhi kebutuhan sawah. Sejumlah embung juga mengalami kebocoran sehingga petani kembali bergantung pada hujan.

“Embungnya juga sudah banyak yang bocor. Kami minta segera diperbaiki. Kasihan para petani hanya mengandalkan air hujan,” kata Asep.

Petani mengaku sudah berulang kali mengusulkan perbaikan infrastruktur pertanian kepada pemerintah. Namun, mereka masih menunggu langkah konkret di lapangan.

Asep meminta pemerintah tidak hanya turun ketika hama sudah menyebar. Pemerintah juga harus membenahi sistem pengairan agar petani memiliki kepastian produksi pada musim tanam berikutnya.

Baca Juga :  2 Pencuri Kabel PJU Dibekuk Polisi, Kadishub : Kerugian Capai Ratusan Juta

“Pengajuan sudah sering diajukan. Kami sebagai petani kecil hanya menunggu kebijakan pemerintah terkait infrastruktur pertanian,” tuturnya.

Jika serangan hama membuat produksi anjlok, petani menghadapi risiko kehilangan modal sekaligus kesulitan memulai musim tanam berikutnya. Karena itu, Asep meminta pemerintah menyiapkan bantuan bagi petani terdampak.

Ia juga meminta pemerintah mempermudah akses pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, biaya menggarap satu hektare sawah sudah mencapai jutaan rupiah, belum termasuk pupuk dan kebutuhan produksi lainnya.

“Kalau mau beras stabil, petaninya juga harus diperhatikan. Infrastruktur perairan diperbaiki dan dioptimalkan kembali,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang belum memberikan keterangan terkait serangan hama ganjur yang menyerang lahan petani di Kecamatan Karangtanjung.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd