Beranda Komunitas Disdukcapil Ganti KTP Warga Baduy

Disdukcapil Ganti KTP Warga Baduy

446
0

LEBAK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lebak akan mengganti KTP elektronik warga Suku Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. Pergantian dilakukan karena terjadi kesalahan identitas diri dalam hasil pencetakan.

“Ada sebanyak 313 KTP yang mau diganti. Ini merupakan hasil usulan dari pihak desa,” kata Kabid Pengelolaan Administrasi Kependudukan, Ahmad Nur.

Ahmad Nur menjelaskan, pergantian KTP dilakukan atas permintaan warga Suku Baduy lantaran terjadi kesalahan pencetakkan pada kolom agama di KTP-nya.





“Bentuk kesalahannya dari seharusnya dikosongkan berupa tanda strip tetapi malahan tercantum Agama Islam. Sementara mereka mengaku memeluk Agama Selam Wiwitan (Sunda Wiwitan),” katanya.

Kesalahan pencetakkan ini terjadi pada saat dari pihak Kementerian Dalam Negeri melakukan perekaman massal terhadap warga Baduy sebelum pelaksanaan Pilkada yang lalu. Proses perekaman dilakukan oleh Kemendagri dengan menggunakan server miliknya.

“Waktu itu mereka tak menggunakan server dan operator dari kita tapi bawa sendiri. Sehingga dalam proses penginputan data terjadi kesalahan,” katanya.

Penginputan data salah, diungkapkan Ahmad, secara otomatis hasil pencetakannya ikut salah. Hal itu tidak bisa diterima oleh warga Baduy. “Mereka memilih lebih baik kolom agama dikosongkan. Permintaan mereka kita penuhi namun butuh waktu,” katanya.

Proses pencetakkan kembali KTP membutuhkan waktu karena datanya masih tersimpan di server milik Kemendagri. “Jadi kita minta dulu datanya dan sudah kita koordinasikan. Sekarang kita tengah menunggu,” katanya.

Ketika data sudah masuk, selanjutnya dilakukan proses pencetakan. “Proses pencetakan dapat dilakukan di sini. Jika sudah dicetak maka akan kita bagikan kembali kepada warga Baduy,” katanya.

Ahmad menambahkan, pergantian KTP warga Baduy bagian dari proses tertib administrasi. Serta bagian upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu 2019. “Kita ketahui sebagian warga Baduy saat pilkada itu gak mau memilih karena tak mengakui KTP miliknya. Maka dari itu kita perbaiki agar mereka bisa ikut berpartisipasi dalam pemilihan akan datang,” katanya. (Tra/Ali/med)