Beranda Pemerintahan Diprediksi Kemarau Basah, BMKG Serang Minta Warga Waspada

Diprediksi Kemarau Basah, BMKG Serang Minta Warga Waspada

Gedung BMKG Serang. (Ade/bantennews)

KAB. SERANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Serang memprediksi musim kemarau 2021 sudah dimulai sejak awal April 2021 di beberapa daerah yang berada di Banten.

“Jadi untuk yang sudah memasuki musim kemarau di dasarian pertama atau kedua itu di bulan April yaitu meliputi Tangerang utara dan Kabupaten Serang bagian timur laut yaitu Pontang dan Tanara,” kata Tarjono, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas 1 Serang, Minggu (25/4/2021).

Dijelaskan Tarjono, dasarian adalah satuan waktu yang dipakai oleh BMKG. BMKG membagi waktu dalam 1 bulan menjadi 3 bagian dengan rentang 10 hari yakni dasarian pertama hingga dasarian ketiga.

Tarjono juga mengatakan dari hasil analisis BMKG, musim kemarau tahun ini merupakan musim kemarau basah.

“April dasarian pertama. Jadi mulai dari awal bulan itu sudah masuk kemarau. BMKG memprediksi untuk kemarau tahun ini diprediksi kemarau basah. Artinya walaupun musim kemarau tetap terjadi hujan sesekali seperti itu,” ujar Tarjono.

Lebih lanjut, Tarjono memaparkan daerah-daerah yang akan menyusul mengalami musim kemarau pada dasarian kedua di bulan Mei yakni meliputi Kabupaten Tangerang, Kabupaten dan Kota Serang, serta Kota Cilegon. Sementara itu untuk puncak musim kemarau adalah sekitar bulan Agustus.

Untuk menghadapi memasuki musim kemarau basah hingga puncak kemarau nantinya, Tarjono mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh.

“Jaga kondisi fisik. Karena walaupun kemarau misalkan abis panas terik terus sore harinya mungkin bisa terjadi hujan kan abis panas-panasan terus tiba-tiba ada hujan, kan di badan juga enggak enak. Jangan kurang-kurang minum vitamin dan minum air putih setelah berbuka puasa,” imbaunya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terkait kekeringan yang biasanya melanda saat musim kemarau.

“Tadi analisis dari BMKG diprediksi untuk kemarau tahun 2021 ini diprediksi kemarau basah, artinya mungkin tidak sekering kemarau di 2019. Tapi untuk kewaspadaan kekurangan air bersih tetap harus di waspadai. Jadi BMKG selalu meng-update dan melaporkan ke BPBD selaku instansi terkait yang menangani masalah kebencanaan baik itu kekeringan atau kebanjiran, BMKG tetap koordinasi terus,” ujar Tarjono.
(Tra/Nin/Red)