Beranda Sosial dan Budaya Dinsos Kota Serang Ngaku Kesulitan Identifikasi Penyandang Disabilitas

Dinsos Kota Serang Ngaku Kesulitan Identifikasi Penyandang Disabilitas

190
0
Ilustrasi - foto istimewa tempo.co

SERANG – Pemerintah Kota Serang terus berupaya dalam menyejahterakan penyandang disabilitas. Namun saat ini Pemkot Serang kesulitan dalam mengidentifikasi penyandang disabilitas yang asli warga Kota Serang.

“Kendala yang dihadapi, paling dalam hal identifikasi. Karena ternyata banyak di Kota Serang ini yang penyandang disabilitasnya bukan asli Kota Serang. Dan ada pula yang pura-pura disabilitas. Sehingga dalam memberikan bantuan, kami kesulitan,” kata Kepala Dinsos Kota Serang, Moch Poppy Nopriyadi, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas merupakan salah satu tugas yang diemban oleh Dinsos, salah satunya dengan memberikan pelatihan-pelatihan padat karya, dan juga pemberian alat bantu.

“Mendata disabilitas merupakan tugas yang kami miliki. Karena disabilitas termasuk dalam 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Jadi meskipun memang belum maksimal, tapi setidaknya kami memberikan beberapa perhatian kepada disabilitas,” ujarnya.

Dikatakan Poppy, salah satu program peningkatan kesejahteraan disabilitas yang dijalankan oleh Dinsos, adalah pemberian pelatihan padat karya. “Program kami itu salah satunya, memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan para penyandang disabilitas,” ujarnya.

Pelatihan padat karya ini merupakan upaya mencegah para penyandang disabilitas untuk mencari rezeki dengan cara meminta-minta di jalanan.

“Pelatihan ini memang bertujuan supaya mereka yang disabilitas dapat mencari penghidupan untuk mereka sendiri. Jadi tidak ada yang menjadi peminta-minta seperti itu,” ucapnya.

Ia mengaku, hingga saat ini banyak para penyandang disabilitas yang sukses karena program tersebut. Menurutnya, saat ini sudah ada alumni program pelatihan Dinsos yang sudah menjadi pengusaha.

“Banyak kok di antara mereka yang saat ini sudah memiliki keterampilan memasak dan montir, karena program kami. Bahkan ada yang sudah menjadi pengusaha roti dan nasi tumpeng,” ucapnya.

Selain memberikan pelatihan, lanjut Poppy, Dinsos juga memberikan alat penunjang aktivitas disabilitas. Alat tersebut berupa alat bantu dengar, kursi roda dan lain sebagainya.(Dhe/Red)