Beranda Pemerintahan Dinsos Banten Salurkan Bantuan untuk Kakek Madhalim yang Viral Kelaparan

Dinsos Banten Salurkan Bantuan untuk Kakek Madhalim yang Viral Kelaparan

Dinsos Banten saat menyalurkan bantuan ke Kediaman Kakek Madhalim. (Mg-Aldo Marantika/Bantennews)

LEBAK – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten bergerak cepat membantu Kakek Madhalim (86), warga Kampung Kopi, Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, yang viral setelah mengalami kelaparan saat berjualan kangkung.

Dinsos Banten langsung menyalurkan bantuan kebutuhan pokok sekaligus menyiapkan langkah lanjutan bersama Pemerintah Kabupaten Lebak agar Madhalim dan istrinya mendapat perlindungan sosial secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinsos Provinsi Banten, Zainal Abidin mengatakan, bantuan yang diberikan meliputi tiga paket sembako, pakaian, dua bungkus biskuit, peralatan dapur, kasur lipat, dua selimut, serta paket kebutuhan keluarga.

“Bantuan ini merupakan respons cepat Dinsos Banten setelah menerima laporan mengenai kondisi Kakek Madhalim,” kata Zainal, Sabtu (1/8/2026).

Zainal menegaskan, Dinsos Banten tidak berhenti pada pemberian bantuan logistik. Bersama Pemkab Lebak, pihaknya terus memantau kondisi Madhalim dan istrinya.

Jika kondisi keduanya membutuhkan penanganan lebih lanjut, Dinsos siap memindahkan mereka ke panti sosial milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

“Kami terus memantau kondisi keluarga Kakek Madhalim. Jika diperlukan, kami akan merujuk beliau dan istrinya ke panti milik Dinsos Banten. Kami memastikan tidak ada warga yang kami abaikan,” tegasnya.

Menurut Zainal, Madhalim telah masuk kategori masyarakat miskin ekstrem atau desil 1. Ia juga telah tercatat sebagai peserta BPJS PBI dan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Meski begitu, Zainal menilai, persoalan paling mendesak saat ini bukan lagi bantuan pangan, melainkan tempat tinggal yang layak.

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah rumah. Rumah yang ditempati saat ini bukan miliknya, tetapi milik orang lain,” ujarnya.

Pemerintah desa kini berupaya menyediakan tanah bengkok sebagai lokasi pembangunan rumah bagi Madhalim. Selain itu, usulan pembangunan rumah juga telah diajukan melalui Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) UPZ Baznas Banten.

Baca Juga :  Provinsi Banten Terima Bantuan Hewan Kurban Sapi dari Presiden Joko Widodo

Sebelumnya, kisah Madhalim menyita perhatian publik setelah dirinya viral karena menahan lapar saat berjualan kangkung.

Fakta lain kemudian terungkap. Selama dua tahun terakhir, Madhalim bersama istrinya tinggal di gubuk bambu berukuran sekitar 5×5 meter yang merupakan bekas tempat pengolahan kopra.

Gubuk sederhana itu minim penerangan, memiliki ventilasi terbatas, dan kerap bocor ketika hujan turun. Madhalim mengaku hanya menumpang di lahan milik orang lain sehingga sewaktu-waktu harus angkat kaki.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, pria lanjut usia itu memulung brondolan sawit. Sesekali ia berjualan kangkung meski kondisi kesehatannya terus menurun.

Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd