Beranda Peristiwa Dinkes Lebak Temukan 15 Warga Baduy Terjangkit Penyakit Kulit

Dinkes Lebak Temukan 15 Warga Baduy Terjangkit Penyakit Kulit

182
0
Warga Baduy - foto istimewa bisnis.com

LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak menemukan 15 warga Baduy positif terjangkit frambusia atau sejenis penyakit kulit yang menyerang sekujur tubuh.

“Warga Baduy yang terjangkit frambusia itu tersebar di Kampung Cikawartana, Cikeusik dan Cibeo,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular pada Dinkes Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah, Sabtu (9/3/2019).

Dinkes dan Kementerian Kesehatan belum lama ini melakukan pemeriksaan juga pengobatan massal di kawasan permukiman Baduy.

Namun, ditemukan positif sebanyak 15 warga Baduy mengidap frambusia. Masyarakat yang terjangkit frambusia itu menjalani pengobatan agar tidak menularkan kepada warga lainnya.
Sebab, penyakit tersebut bisa menular ke orang lain jika tidak dilakukan pengobatan.

Pengobatan frambusia juga dilakukan secara berkala oleh petugas kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat.

Penyebaran penyakit langka itu akibat buruknya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti berpakaian sampai berminggu-minggu tidak diganti, mandi tidak menggunakan sabun, dan bahkan warga Baduy ketika tidur tidak beralas tikar.

Perilaku seperti itu, kata dia, merupakan budaya masyarakat Baduy sehingga petugas medis kesulitan untuk mengubah pola hidup bersih dan sehat.

“Saya kira dipastikan penyakit frambusia sulit menghilang di kawasan Baduy, karena pola hidup kurang bersih itu,” ujarnya dilansir AntaraNews.com.

Menurut dia, jumlah penderita frambusia saat ini mencapai puluhan menimpa warga Baduy dan mereka dilakukan pengobatan oleh petugas medis setempat agar sembuh dan tidak menularkan pada warga lainnya.

Meskipun penyakit frambusia itu tidak mematikan, karena menyerang pada bagian kulit saja, seperti luka koreng, tetapi bisa menurunkan produktivitas.
Pengobatan frambusia dilakukan penyuntikan jenis Benzetin untuk membunuh kuman-kuman pada bagian tubuhnya.

Namun, hingga kini penyakit koreng-koreng yang menyerang bagian kaki, tangan dan badan belum terbebas dari daerah itu.

“Kami terus melakukan pengobatan bagi penderita agar tidak menular pada warga lainnya,” katanya. (Red)