Beranda Kesehatan Dinkes Kota Serang Sediakan Rp500 Juta untuk Fogging DBD

Dinkes Kota Serang Sediakan Rp500 Juta untuk Fogging DBD

148
0
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, M Ikbal

SERANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, M Ikbal menyatakan pihaknya menganggarkan sekitar Rp500 juta untuk melakukan fogging atau pengasapan guna mencegah nyamuk Demam Berdarah Dengue (DPD).

Dengan anggaran sebesar itu pihaknya melakukan fogging ke wilayah yang berpotensi ada gejala DBD. Untul sekali fogging, kata dia, bisa menghabiskan Rp1 juta dengan rincian upah, bahan bakar dan obatnya.

“Sekarang peningkatan curah hujan mulai tinggi, jadi kalau bicara DBD, saya lihat trennya mengalami kenaikan. Selama 2020 ada 23 kasus, sementara 2019 sekitar 200 orang yang terjangkit DBD di semua kecamatan, tapi terbanyak di Kecamatan Cipocok dan Serang. Tiap tahun kasusnya di dua kecamatan itu saja,” ujar M. Ikbal ditemui usai acara evaluasi bidang kesehatan dan rencana kerja Dinas Kesehatan 2020 di Kantor Dinkes Kota Serang, Jumat (7/2/2020).

Menurutnya penyebab meningkatnya kasus DBD karena wilayah pemukiman di Kota Serang cukup padat. Kemudian juga banyak genangan air juga cukup tinggi. Maka Dinkes akan mengaktifkan Juru Pantau Jentik (Jumantik), kemudian Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara massif di setiap rumah tangga.

“Cara ini lebih ekonomis dan setiap rumah tangga ada sukarelawan karena kan untuk rumah sendiri. Dan yang menggerakan itu bukan Dinkes Kota Serang secara umum, saya ingin pihak kecamatan yang bergerak, kecuali ada gejala demam baru kita yang bertindak. Dan warga harus rutin ke Puskesmas,” terangnya.

Saat ditanya terkait keluhan warga soal Fogging, dia meminta kepada masyarakat untuk paham aturan standar penanganan kasus DBD. Menurutnya kalau tidak ada genangan air, DBD itu selesai seperti di Jepang

“Kalau Indonesia itu di Yogya juga udah mulai berkurang dan lingkungannya bersih. Untuk sementara kita layani, tapi pastikan masyarakat juga harus melakukan tindakan PSN dulu seperti menguras, mencuci dan mengubur sampah dan sebagainya. Tapi kalau sudah ada kenaikan tren dan instruksi pak Walikota, ya kita lakukan juga pengasapan, tapi kita harus hati-hati juga takarannya, karena kalau gak hati-hati malah nyamuk itu akan semakin kebal terhadap obat fogging. Sehingga lebih berbahaya lagi,” terangnya.

Saat ditanya terkait kritikan warga yang menilai Kinerja Dinkes Kota Serang yang lambat, dia menilai kritikan masyarakat merupakan hal wajar dalam melaksanakan tugas.

“Itu kan persepsi juga ya, kalau saya sih pastikan tidak seperti itu dan saya mengedapankan pelayanan baik yang usulan perorangan atau kelompok. Dan saya tekankan ke kepala puskesmas ini agar respect dengan kelurahan, RT dan RW. Apa yang mereka inginkan dan kami lakukan,” katanya.

Ia berharap 16 puskesmas yang tersebar di 6 Kecamatan di Kota Serang mampu berkoordinasi dengan masyarakat sekitar. Sehingga respon warga dapat segera tertangani dengan baik.

“Namun kami tidak bisa cepat langsung tangani dalam sehari. Harus koordinasi dulu dengan pihak RT dan RW dan puskesmas agar mereka siap saat pengasapan. Jangan sampai ada makanan terpapar dengan asap fogging,” ujarnya.

(Dhe/Red)