SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya berbagai penyakit pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Serang.
Lingkungan yang lembap serta air banjir yang tercemar dinilai berisiko memicu gangguan kesehatan bagi warga terdampak.
Sejumlah penyakit seperti gangguan kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga keluhan kesehatan lainnya mulai diantisipasi sejak proses evakuasi warga.
Untuk itu, pemantauan kondisi kesehatan masyarakat dilakukan secara intensif oleh petugas medis di lapangan.
Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasannudin mengatakan, pihaknya telah menyiagakan tim kesehatan di berbagai titik pengungsian guna memastikan warga terdampak banjir mendapatkan pelayanan medis yang memadai.
“Sejak awal evakuasi, tim kesehatan sudah kami siagakan di titik-titik pengungsian. Petugas terus memantau kondisi kesehatan warga agar keluhan bisa segera ditangani,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, penyakit yang paling sering dikeluhkan warga pascabanjir adalah gangguan kulit seperti gatal-gatal. Kondisi tersebut dipicu oleh air banjir yang masuk ke dalam rumah dan bersentuhan langsung dengan tubuh warga.
“Biasanya setelah banjir, keluhan yang muncul adalah penyakit kulit akibat kontak langsung dengan air banjir. Selain itu, flu dan gangguan kesehatan lainnya juga perlu diwaspadai, terutama karena cuaca masih sering hujan,” jelasnya.
Dinkes Kota Serang membuka layanan kesehatan di sejumlah lokasi pengungsian, di antaranya Perumahan Grand Sutera, Citra Gading, serta wilayah terdampak lainnya.
Beberapa masjid dan musala yang digunakan warga sebagai tempat evakuasi juga dijadikan titik pelayanan medis.
“Di Grand Sutera saja ada dua titik pelayanan medis, masing-masing di musala dan masjid,” ujarnya.
Selain itu, tim kesehatan juga disiagakan di wilayah Curug sejak malam hari, mengingat ketinggian air sempat mencapai sekitar satu meter dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius bagi warga.
“Di Curug, petugas kesehatan berjaga sejak malam karena ketinggian air cukup tinggi saat banjir,” ujarnya.
Tak hanya memberikan pelayanan medis, petugas kesehatan juga aktif memberikan edukasi kepada warga agar tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan selama berada di pengungsian.
“Kami mengimbau warga untuk menjaga stamina dan segera melapor jika mengalami keluhan kesehatan, supaya bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius,” ujarnya.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
