Beranda Kesehatan Dinkes Banten Siapkan Vaksin Campak di Posko Kesehatan Mudik

Dinkes Banten Siapkan Vaksin Campak di Posko Kesehatan Mudik

Petugas melakukan vaksin penyakit Campak - foto istimewa suara.com

SERANG — Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyiapkan vaksin campak di posko-posko kesehatan yang disiagakan selama arus mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penularan penyakit menular di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat perjalanan mudik.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan pemerintah daerah menyiapkan 94 posko kesehatan lapangan untuk melayani para pemudik. Layanan tersebut juga didukung jaringan fasilitas kesehatan lain, yakni 254 puskesmas, 135 rumah sakit, serta 45 ambulans yang terintegrasi dengan layanan PSC 119.

“Di setiap posko juga tersedia vaksin campak sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran penyakit,” ujar Ati, Jumat (13/3/2026).

Menurut Ati, arus mudik yang melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit, termasuk campak yang dikenal sangat mudah menyebar.

Kewaspadaan tersebut meningkat setelah Dinkes Banten mencatat lebih dari 6.000 kasus suspek campak sepanjang 2025 berdasarkan hasil surveilans aktif. Dari jumlah tersebut, sekitar 510 kasus dipastikan positif.

Memasuki 2026, pengawasan terhadap penyakit ini diperketat hingga tingkat puskesmas. Dalam periode Januari hingga Maret 2026, tercatat lebih dari 2.000 kasus suspek campak di berbagai wilayah di Banten.

“Namun yang dinyatakan positif baru satu kasus, yakni di Kota Tangerang,” katanya.

Ati menjelaskan gejala awal campak sering kali tidak langsung dikenali karena menyerupai penyakit pernapasan biasa.

“Awalnya batuk, pilek, demam, lelah, kemudian muncul bercak di wajah dan badan,” ujarnya.

Selain menyediakan vaksin di posko kesehatan, Dinkes Banten juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan selama perjalanan mudik, salah satunya dengan rutin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Ia juga mengingatkan agar bayi yang baru lahir tidak terlalu sering disentuh atau digendong oleh banyak orang saat pertemuan keluarga selama Lebaran.

Baca Juga :  Kecerdasan Buatan Google Bisa Deteksi Kanker Paru-paru

“Jika ingin menggendong bayi, pastikan tangan dalam kondisi bersih,” pungkas Ati.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo