Beranda Advertorial Tenaga Ahli Cukup, Dinkes Banten Yakini Program MBG Berjalan Lancar

Tenaga Ahli Cukup, Dinkes Banten Yakini Program MBG Berjalan Lancar

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti. (Audindra/bantennews)

SERANG – Dinkes Banten Optimistis Penuhi Tenaga Ahli Gizi untuk Sukseskan Program MBG SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten optimistis mampu memenuhi kebutuhan tenaga ahli gizi untuk mendukung keberhasilan Program Menu Bergizi Gratis (MBG).

Meski mengakui masih ada keterbatasan tenaga di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dinkes menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menjadi hambatan besar dalam pelaksanaan program.

Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menjelaskan bahwa keberadaan ahli gizi di setiap SPPG merupakan syarat penting untuk memastikan menu MBG memenuhi standar gizi seimbang. “Mereka berperan menentukan kebutuhan kalori dan menyusun menu yang tepat bagi para penerima MBG,” ujarnya.

Terkait ketersediaan tenaga ahli di Banten, Ati mengakui adanya keterbatasan, namun tetap melihat situasi secara positif.
“Iya, memang terbatas, tapi masih mencukupi. Kondisinya juga tidak separah kekurangan tenaga kesehatan lainnya,” kata Ati, Kamis (20/11/2025).

Ia menambahkan, sebagian ahli gizi lokal tidak bisa bertugas rangkap karena sudah memiliki tanggung jawab penuh di puskesmas. Hal inilah yang membuat sejumlah SPPG merekrut tenaga dari luar daerah. “Yang di puskesmas tidak boleh double karena mereka harus turun ke lapangan terus. Makanya beberapa SPPG mengambil tenaga dari luar Banten,” jelasnya.

Meski demikian, Ati menegaskan bahwa secara keseluruhan jumlah ahli gizi di Banten terbilang memadai. “Ada hampir 1.000 lebih ahli gizi. Di puskesmas saja ada dua untuk wilayah Tangerang Raya. Rumah sakit juga punya ahli gizi,” tuturnya.

Dinkes Banten kini terus memperkuat kapasitas SPPG melalui pelatihan bagi ahli gizi dan penjamah makanan. Progresnya sudah berjalan baik dan dilakukan secara bertahap.
“Pelatihan baru sekitar 60 persen dari total penjamah makanan di 514 SPPG. Kita lakukan bertahap dan terus-menerus. Untuk mendapatkan sertifikat layak higienis, minimal 50 persen penjamah makanan harus sudah mengikuti pelatihan,” tambahnya dengan optimistis.

Baca Juga :  IDI Banten Minta Pemprov Perhatikan Alat Pelindung Diri Tenaga Medis

Dengan langkah bertahap dan dukungan tenaga profesional yang terus diperkuat, Dinkes Banten yakin pelaksanaan Program MBG dapat berjalan lebih baik dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

(ADV)