
CILEGON — Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati bakal membawa sampel produk olahan daging dari UMKM Rabeg T’enG ke Den Haag, Belanda.
Rabeg instan yang diproduksi oleh Heriyah, selalu owner Rabeg T’enG yang berlokasi di Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon itu dinilai telah memenuhi syarat untuk dikenalkan ke mancanegara.
“Nama perusahaannya PT Menara Wangi Profindo. Saya ke sini ingin melihat produksinya. Saya juga ingin membawa sampel dari Rabeg ini dan sudah ditunggu dari KBRI Den Haag untuk kita kirimkan ke Atase Perdagangan di Den Haag, Belanda,” katanya saat kunjungan ke Rabeg T’enG, Rabu (14/8/2026).
Nur Kusuma Ngarasati atau yang akrab disapa Raras mengungkapkan, produk dari Rabeg T’enG ini dinilai perlu dikenalkan secara luas ke mancanegara karena telah memenuhi syarat perdagangan internasional.
“Menurut saya ini produk UMKM dari Cilegon yang legalitasnya sudah lengkap, bahkan ada Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) satu-satunya di Kota Cilegon. Saya yakin produk ini bukan hanya bisa di Kota Cilegon, Indonesia, tapi ini bisa ke luar negeri, mancanegara,” ungkapnya.
Penilaian terbaik untuk produk UMKM Rabeg T’enG itu tak hanya dilihat dari tampilan dan rasanya saja. Raras mengaku, dirinya bahkan sempat mencoba memasaknya dengan resep yang diberikan oleh owner dan hasilnya memuaskan.
Selain itu, dorongan untuk mengenalkan Rabeg secara luas di mancanegara agar dunia internasional tidak hanya mengenal Rendang saja, melainkan ada produk olahan protein dari Banten yang tak kalah enak dan cocok di luar negeri.
“Di Indonesia kebanyakan yang instan ini adanya rendang. Dari Banten, dicari belum ada. Produk makanan yang dicari juga protein basah di sana. Bismillah kita coba. Sudah saya coba, rasakan, sudah saya masak dan produknya memang hebat sehingga siapa saja bisa masak,” ucapnya.
Dalam lawatannya nanti ke Den Haag, Raras berencana membawa lima produk Rabeg T’enG untuk dipromosikan, termasuk bumbu resep dari produk olahan daging kebanggaan masyarakat Banten itu juga turut disertakan.
“Rencananya kita mau bawa Rabeg instan ini lima, tapi kemudian owner punya inovasi baru yaitu bumbu rabegnya saja. Beberapa negara seperti Australia, Arab Saudi pengiriman bumbu itu memang agak ketat, susah. Tapi kita coba bawa bumbunya saja, supaya gak melulu masyarakat itu taunya rendang,” ujarnya.
Sementara itu, owner Rabeg T’enG, Heriyah berterimakasih atas kunjungan dan dukungan yang diberikan oleh Ketua GOW Kota Cilegon terhadap produknya. Ia berharap, melalui Rabeg olahannya itu dapat memotivasi seluruh pelaku UMKM di Kota Cilegon.
“Saya berterimakasih banyak kepada Ibu Raras. Beliau ini, keluarganya sebelum suaminya jadi kepala daerah sudah mendukung. Saya gak akan puas sampai sini saja. Saya akan terus belajar dan meningkatkan kualitas produk,” tutupnya.
Penulis: Maulana
Editor : TB Ahmad Fauzi