CILEGON – Maraknya peredaran rokok tanpa cukai di tengah masyarakat mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Cilegon. Organisasi mahasiswa tersebut menilai pengawasan terhadap rokok ilegal masih lemah dan tidak menyentuh aktor-aktor besar.
Ketua HMI Cilegon, Tb Rizki Andika, mengatakan bahwa penindakan selama ini terkesan tebang pilih. Ia menyebut operasi yang dilakukan petugas lebih sering menyasar pedagang kecil, sementara pemasok utama rokok ilegal tidak tersentuh.
“Puluhan juta batang masih lolos ke pasaran. Artinya ada masalah serius dalam sistem pengawasan maupun ketegasan aparat,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Rizki menambahkan, peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga membahayakan masyarakat karena tidak melalui standar produksi yang jelas dan berpotensi mengandung bahan berbahaya.
“Rokok ilegal ini murah sehingga banyak dikonsumsi masyarakat. Padahal kandungannya tidak terjamin. Ini bahaya serius,” katanya.
Ia pun meminta Bea Cukai untuk lebih serius menangani persoalan tersebut dan tidak ragu menindak siapapun yang terlibat, termasuk internal lembaga jika terbukti lalai.
“Jika terbukti lalai, tidak ada alasan mempertahankan pimpinan Bea Cukai. Harus ada pergantian, dan dibutuhkan sosok yang berani menghadapi mafia peredaran rokok ilegal,” tegasnya.
Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo
