SERANG – Kemampuan membaca Al-Qur’an pelajar di Kota Serang menunjukkan peningkatan signifikan. Program unggulan “Serang Mengaji” yang digagas Pemerintah Kota Serang terbukti efektif menekan jumlah siswa yang belum lancar membaca kitab suci.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, mengungkapkan bahwa dari semula sekitar 1.800 siswa kelas 9 SMP yang belum lancar membaca Al-Qur’an, kini jumlahnya berhasil ditekan drastis menjadi hanya 300 siswa.
“Ini capaian yang sangat membanggakan. Artinya, program Serang Mengaji benar-benar berdampak pada peningkatan kemampuan baca Al-Qur’an sekaligus pembentukan karakter siswa,” ujar Ahmad Nuri usai rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kota Serang, Selasa (14/4/2026).
Ia menegaskan, pihaknya menargetkan pada Juli 2026 mendatang tidak ada lagi siswa kelas 9 SMP di Kota Serang yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, serta dukungan masyarakat. Ke depan, pihaknya juga akan mengajak anggota dewan turun langsung ke sekolah untuk memastikan implementasi program berjalan optimal di lapangan.
Selain memperkuat pendidikan keagamaan, Dindikbud juga menyiapkan peningkatan kualitas pendidikan umum. Salah satunya melalui rencana pelaksanaan program bahasa Inggris setiap hari Kamis setelah kegiatan Serang Mengaji.
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun 2027.
Sementara itu, dalam upaya pemerataan pendidikan, Dindikbud juga terus menggenjot penanganan anak tidak sekolah (ATS). Dari sekitar 8.000 data awal anak usia 7–18 tahun yang tercatat, setelah verifikasi door to door, tersisa sekitar 4.200 anak yang benar-benar membutuhkan intervensi.
Berbagai pendekatan dilakukan sesuai kondisi masing-masing anak, mulai dari mengarahkan ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pendampingan oleh relawan, hingga bantuan biaya pendidikan.
“Untuk kendala ekonomi, kami pastikan sekolah itu gratis, bahkan kami bantu ongkosnya. Tidak boleh ada anak di Kota Serang yang tidak sekolah,” tegasnya.
Saat ini, Pemerintah Kota Serang telah menyiapkan 39 PKBM aktif sebagai solusi pendidikan nonformal bagi anak-anak yang tidak terakomodasi di jalur formal.
Dengan capaian ini, Dindikbud optimistis tidak hanya mampu menekan angka anak tidak sekolah, tetapi juga mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo
