Beranda Pendidikan Dindikbud Banten Targetkan Pengisian Puluhan Kursi Kosong Kepala Sekolah Tuntas Akhir Tahun

Dindikbud Banten Targetkan Pengisian Puluhan Kursi Kosong Kepala Sekolah Tuntas Akhir Tahun

Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin saat diwawancarai wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Kamis (24/9/2026).

SERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menargetkan pengisian kekosongan jabatan kepala sekolah tuntas pada Desember 2026. Sebelum mengisi posisi lowong tersebut, pemerintah daerah akan merotasi para kepala sekolah yang telah lama bertugas di sekolah yang sama.

Kepala Dindikbud Banten Jamaluddin menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan proses pengisian tersebut bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta mengoordinasikannya dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurut Jamaluddin, kekosongan posisi terjadi lantaran banyak pejabat yang memasuki batas usia pensiun. Kondisi ini juga terjadi di berbagai daerah lain.

“Kekosongan itu terjadi utamanya karena faktor pensiun. Di Provinsi Banten jumlahnya cukup banyak, saat ini di atas 50 orang dan mendekati 60 orang hingga Desember nanti,” ujar Jamaluddin, Kamis (24/9/2026).

Sebagai langkah awal, Dindikbud Banten mengagendakan rotasi bagi kepala sekolah yang telah mengabdi beberapa tahun di sekolah yang sama. Pihaknya membidik proses rotasi rampung pada Oktober 2026.

“BKD sedang memprosesnya. Dalam waktu dekat kami segera melaksanakannya, fokus merotasi terlebih dahulu posisi yang kosong dan kebutuhan mendesak lainnya,” jelasnya.

Setelah merampungkan rotasi, Dindikbud melanjutkan pengisian jabatan melalui skema promosi terbuka. Para kandidat kepala sekolah wajib melewati rangkaian seleksi, mulai dari verifikasi berkas administrasi, ujian kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT), hingga tahap wawancara.

“Tahap administrasi sudah selesai, berlanjut ke CAT, lalu seleksi wawancara,” imbuhnya.

Jamaluddin mematok seluruh tahapan promosi selesai pada akhir tahun. “Target maksimal untuk rotasi tuntas pada Oktober, sementara mekanisme promosi kami harapkan selesai pada Desember,” tegasnya.

Terkait penempatan tugas, Jamaluddin menegaskan pemprov belum sepenuhnya mengikat aturan pada domisili tempat tinggal, melainkan menyesuaikan kebutuhan riil setiap satuan pendidikan. Meski demikian, dinas tetap memprioritaskan penempatan pada titik-titik sekolah terdekat.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Ruang Guru SDN Pabuaran Cilegon Kebakaran

“Penempatan bersifat fleksibel karena melihat peta kebutuhan sekolah. Namun, untuk rotasi dan mutasi tahap awal, kami memprioritaskan penempatan di lokasi yang terdekat terlebih dahulu. Ke depan, kami terus mengkaji apakah akan menggunakan pendekatan zonasi penuh atau skema lain,” paparnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Aprindhi Hartawan menyatakan pemerintah provinsi menata ulang kepemimpinan sekolah dengan menggeser para kepala sekolah yang bertugas terlalu jauh dari domisili asalnya. Penataan tersebut bertujuan memangkas jarak tempuh kerja para pengajar.

“Kami memutasi terlebih dahulu kepala sekolah yang lokasi tugasnya jauh dari domisili. Ke depan, basis penugasan mengacu pada domisili agar tidak ada lagi kepala sekolah yang harus menempuh perjalanan dua sampai tiga jam menuju tempat tugas,” terang Deden.

Penulis: Audindra Kusuma Editor: Wahyudin