Beranda Pendidikan Dindikbud Banten Catat 3 SMA/SMK Rusak Akibat Gempa Pandeglang

Dindikbud Banten Catat 3 SMA/SMK Rusak Akibat Gempa Pandeglang

Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani. (Foto: Iyus/BantenNews.co.id)

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mencatat setidaknya terdapat tiga bangunan SMA/SMK yang rusak akibat gempa yang terjadi pada, Jumat (14/1/2022), di perairan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Diketahui, pasca gempa lalu, ribuan bangunan mulai dari rumah, bangunan sekolah, tempat ibadah mengalami kerusakan.

Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani mengatakan, sejauh ini pihaknya baru mencatat tiga bangunan SMA/SMK  mengalami kerusakan akibat gempa beberapa waktu lalu.

“Tidak hancur, hanya ada 3 sekolah yang eternitnya jatuh dan itu tidak mengganggu PTM (Pendidikan Tatap Muka, red),” kata Tabrani, Selasa (18/1/2022).

Lebih lanjut dikatakan Tabrani, tiga bangunan sekolah tersebut berada di Kabupaten Pandeglang, dan pihaknya akan segera akan memperbaiki kerusakan bangunan sekolah tersebut. Meaki begitu, dirinya tidak merinci SMA/SMK mana saja yang mengalami kerusakan.

“Kebetulan ruangan itu memang saat ini tidak digunakan, kan PTM 50 persen jadi bisa diatur, nanti kita rapihin,” katanya.

Tabrani juga mengaku, dirinya telah meminta Kantor Cabang Dinas (KCD)  Dindikbud Provinsi Banten Kabupaten Pandeglang untuk melakukan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah yang terdampak gempa tersebut.

Terkait itu  Kepala KCD Dindimbud Provinsi Banten Kabupaten Pandeglang  Ahmad Suhaeri mengaku, dari hasil peninjau yang dilakukan, mayoritas ditemukan kerusakan bangun sekolah pada bagian atap bangunan, mulai dari eternit yang jatuh dan lain sebagainya.

“Saya langsung kesana, karena kejadian nya kan sore, besok paginya saya langsung ke lokasi. Kalau rusak tidak parah, hanya pelapon yang jatuh tapi tidak mengganggu PTM,” ujar Suhaeri.

Hingga saat ini, pihak Dindikbud Provinsi Banten pun masih terus melakukan pendataan sekolah-sekolah yang terdampak pasca gempa tersebut. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kedepannya.

(Mir/Red)