Beranda Pendidikan Dindikbud Banten Bakal Pekerjakan Kembali 6 Honorer yang Dipecat

Dindikbud Banten Bakal Pekerjakan Kembali 6 Honorer yang Dipecat

271
0
Beberapa pegawai yang diduga ASN Banten berpose mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo-Sandi. (Istimewa)

SERANG – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten dikabarkan bakal mengangkat kembali sebanyak 6 guru honorer SMA Negeri 9 Kabupaten Tangerang yang dipecat gegara berpose dua jari dan pamer stiker Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun demikian hingga kini surat pencabutan pemecatan honorer tersebut belum juga terbit.

“Dinas Pendidikan Banten akan mengangkat kembali 6 honorer pada 2 Mei 2019. Tapi sampai sekarang belum ada surat pernyataan atau pencabutan pemecatan terhadap honorer yang dipecat oleh Dindik Banten. Seharusnya kan kalau pemecatan melalui surat, pencabutan dan pengangkatan kembali juga melalui surat. Jadi bukan omongan doang,” tegas Ketua Persatuan Honorer Banten, Martin Al Kosim, Selasa (26/3/2019).

Dia menyatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan pihak Dindik Banten guna memperjelas nasib 6 honorer yang dipecat tersebut.

“Gaji mereka bulan Maret ini dijanjikan akan dibayar, tapi sampai tanggal 17. Jadi April tidak dibayar,” terangnya.

Dia mendesak Dindik Banten agar mengeluarkan surat sebelum 28 Maret, jika tidak pihaknya sepakat menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

“Kalau tanggal 28 surat pencabutan pemecatan tidak dikeluarkan, kami honorer se-Banten akan menggelar aksi solidaritas, unjuk rasa di KP3B Provinsi Banten. Massa yang akan turun sekitar 5.000 orang. Bahkan di Jawa Timur, Jawa Tengah, intinya semua daerah akan aksi solidaritas untuk honorer yang dipecat,” katanya.

Terkait aksi solidaritas itu, Martin menegaskan bahwa tidak ada kaitannya dengan partai politik manapun.

“Solidaritas ini sebagai bentuk kekecewaan honorer atas pemecatan tersebut karena kami nilai tidak adil. Tidak ada aturan yang menyatakan bahwa honorer untuk netral, kecuali PNS, Polri dan TNI itu wajib netral,” ucapnya.

Terkait hal ini belum ada konfirmasi dari Dindik Banten. Wartawan masih mencoba mengkonfirmasi. (Man/Red)