TANGSEL – Densus 88 Anti Teror Polri menggeruduk rumah terduga teroris berinisilal AJ (47) di Kontrakan NMN, Jalan Cirendeu Indah 4, RT.2, RW.1, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (29/3/2021).
Penangkapan tersebut gencar dilancarkan polisi usai terjadi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) kemarin.
Warga setempat yang juga teman baik AJ, KM (42) merasa kaget saat kontrakan kawannya itu digeruduk segerombol orang yang ternyata polisi itu.
“Ya kita gak nyangka aja sih, soalnya orangnya itu baik, mudah bergaul, aktif juga. Tapi ternyata, ya begitu. Yang saya tau, belakangan AJ ini bekerja sebagai Gojek, lalu jualan batu akik, dan jualan ketapel, soalnya dia punya komunitas ketapel kan,” ungkap KM saat diwawancarai BantenNews.co.id, Senin (29/3/2021).
Malam sebelum penangkapan, kata KM, dia melihat di dekat rumahnya, namun dia tidak tahu bahwa orang tersebut adalah intel. Pagi harinya, ternyata ada sekitar 10 petugas dengan laras panjang sudah di depan kontrakan temannya itu.
“Menurut informasi dari pak RT sih pengintaian udah dari malemnya. Pak RT itu dikasih surat jalan sama surat tugas dari intel itu untuk mantau,” ujar KM.
Diceritakan KM, terduga teroris yang biasa disapa Kijud itu kawan dekatnya dari kecil. Bandel pun bersama-sama. Namun tak berselang lama, Kijud hijrah dan masuk ke laskar FPI.
“Dia kan yang membawa pertama kali bendera FPI di sini. Ya dulu mah bandel bareng, minum, nongkrong ya bareng-bareng, tatonya kan banyak dia. Dia hijrah itu udah sekitar 15 tahunan lah. Semenjak saya nikah tuh,” pungkasnya.
(Ihy/Red)
