PANDEGLANG – Rumah milik Sumarna, guru honorer di Kampung Kebon, Desa Kurungkambing, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, nyaris roboh usai tertimpa tembok penahan tanah (TPT) yang mengalami longsor.
Tetangga korban, Doni mengatakan hujan daerah yang terus mengguyur wilayah tersebut membuat TPT di dekat rumah korban tidak mampu menahan beban dan longsor. Nahasnya, longsoran TPT menghantam tiang rumah hingga mengalami kerusakan parah.
“Musibah berawal dengan terjadinya hujan yang deras di kawasan Mandalawangi berhari-hari dan puncaknya malam tadi sekitar pukul 04.00 WIB air memenuhi jalan raya Pandeglang-Carita hingga membuat TPT jalan longsor menerjang tiang rumah dan mengakibatkan tiang penyangga tidak mampu menahan badan rumah mengakibatkan rumah ambruk,” ungkap Doni, Kamis (15/1/2026).
Kata dia, akibat kejadian itu bagian dapur dan satu kamar mengalami rusak parah. Meski bangunan masih berdiri, namun kondisinya sudah miring dan dikhawatirkan ambruk jika kondisi cuaca ekstrem masih terjadi.
“Ambruk sebagian namun bangunan seluruhnya sudah kondisi miring. Kondisi rumah masih memungkinkan ditinggal tapi sudah sangat menghawatirkan,” terangnya.
Ia melanjutkan, pada saat kejadian pemilik sedang tertidur lelap dan langsung terbangun karena mendengar suara benturan yang cukup keras.
“Pemiliknya terbangunkan dan berhamburan keluar saat menyadari bangunan runtuh. Pemiliknya masih berada di lokasi belum mengungsi, perkiraan kerugan sekitar Rp100 juta,” bebernya.
Dirinya berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan untuk keluarga korban karena kondisi ekonomi keluarga sangat tidak memungkinkan untuk memperbaiki rumah dalam waktu dekat.
“Harapannya tentu ada bantuan untuk memperbaiki rumah korban secepatnya karena tidak memiliki tempat tinggal lain,” ucapnya.
Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
