Beranda Peristiwa Diduga Mau Diserang, Pemuda Pancasila Banten Bersitegang

Diduga Mau Diserang, Pemuda Pancasila Banten Bersitegang

479
0
Anggota Pemuda Pancasila berkumpul di markas. (Ade/bantennews)

 

SERANG – Ratusan anggota Pemuda Pancasila Majelis Pimpinan Wilayah Banten bersitegang karena mereka mendapat laporan bahwa ada LSM yang ingin menyerang anggota Pemuda Pancasila di markas Pemuda Pancasila wilayah Banten di Jalan Jendral Ahmad Yani Kota Serang, Jumat Malam(16/1/2020).

Akibat isu tersebut ratusan anggota Pemuda Pancasila Majelis Pimpinan Wilayah Banten bersitegang di depan markas mereka di jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Serang.
Sekjend Pemuda Pancasila Kota Serang Dedy Yulfris mengatakan aksi tersebut berawal lantaran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ersatuan Aspirasi Masyarakat(Perpam) yang menganiaya dua anggotanya yang bekerja sebagai debt collector.
“Jadi anggota kami tidak salah. Memang bekerja di eksternal sebagai debt collector. Tadi sore digebukin di Kepandean,” ujarnya.
Ia mengatakan ke-15 pelaku pengeroyokan sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Namun, pihaknya juga mempertanyakan maksud dari pihak LSM yang mengaku akan melakukan penyerangan ke markas PP.

“Iyah kami menghormati proses hukum. Namun ada pernyataan bahwa Perpam mau nyerang PP. Makanya kami kumpulkan massa,” ucapnya.

“Terakhir kami lihat massa mereka berkumpul di stadion Maulana Yusuf. Setelah itu mereka pergi ke Tembong,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan, para anggota Pemuda Pancasila terlihat masih terbawa emosi. Mereka masih terdengar berteriak-teriak.

Namun setelah beberpa jam, situasi semakin kondusif ketika ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Banten, Wahyudi Jahidi, menenangkan para anggotanya.

Dengan menggunakan pengeras siara milik pihak kepolisian, Wahyudi meminta kepada anggotanya agar menjaga emosi dan menghormati proses hukum.

“Kita akan meyerahkan persoalan ini kepada pihak kepolisian. Biarkan polisi yang akan mrnindak secara hukum,” ujarnya di depan khalayak ramai, Sabtu (18/1) dini hari.
Ia menegaskan, dirinya tidak mau Pemuda Pancasila dicitrakan negatif ketika bertindak diluar aturan hukum.
“Karena kita Pemuda Pancasila lebih mengedepankan etika. Jangan bertindak anarkis,” katanya lagi dan disambut seruan dari anggotanya.
Ia pun meminta kepada anggotanya untuk segera membubarkan diri dengan tenang dan kondusif.
“Silahkan teman-teman semua membubarkan diri masing-masing. Jaga ketentraman,” ujarnya.
Lambat laun, anggota Pemuda Pancasila pun mulai membubarkan diri.(Dhe/Red)