Beranda Peristiwa Diduga Asal-asalan, Proyek Jalan Boru Curug Banyak Telan Korban

Diduga Asal-asalan, Proyek Jalan Boru Curug Banyak Telan Korban

940
0
Seorang pengendara dibantu warga dan polisi terkulai setelah jatuh di Jalan Curug. (Ade/bantennews)

 

SERANG – Warga mengeluhkan proyek pengerjaan jalan di Jalan Raya Petir sepanjang 4 kilometer. Pasalnya, proyek terkesan asal-asalan sehingga banyak menelan korban jiwa.

Proyek pengerjaan Jalan Raya Petir mulai dikerjakan dari Lampu Merah Boru hingga ke Kampung Tinggar, Kelurahan Sukalaksana, Curug, Kota Serang. Namun di lokasi terakhir, proyek tersebut masih terbengkalai karena ada jarak sekitar 30 meter jalan yang belum dibetonisasi.

Akibatnya, terdapat gundukan jalan setinggi 30 centimeter karena proyek ini tidak dikerjakan secara tuntas. Ironisnya, kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah pengendara terutama sepeda motor sering mengalami kecelakaan di lokasi ini.

Pembangunan proyek jalan ini juga membuat warga setempat khawatir. Warga beberapa kali sering melihat para pengendara motor terjatuh saat melintas di jalan tersebut. Kondisi ini makin diperparah jika sudah memasuki malam hari. Jalan gelap gulita karena tidak adanya fasilitas penerapan di lokasi tersebut.

“Banyak yang kecelakaan, mas. Apalagi yang bawa motor. Soalnya, dari arah Boru, dia kira jalan ini bagus terus. Tahunya, di sini (Menunjukan lokasi gundukan jalan) tinggi jalannya beda. Jadi pada kaget kalau yang baru lewat mah,” kata Fauzi, warga setempat, Rabu (19/12/2018).

Kondisi paling parah, kata Fauzi, terjadi saat ia melihat dua orang yang mengendarai motor mengelami kecelakaan di lokasi itu. Bahkan, seorang perempuan yang dibonceng di motor tersebut, harus meregang nyawa setelah kepalanya terbentur badan jalan.

“Waktu itu kejadiannya jam 1 dini hari. Dari dalam rumah saya dengar ada suara benturan yang keras. Saya sudah tahu pasti ada kecelakaan di depan rumah. Waktu itu juga kondisinya sepi. Saya langsung panggil tetangga, korbannya kita bawa ke puskesmas. Tapi dia enggak ketolong,” ujar Fauzi.

Fauzi dan warga lainnya berharap agar pemerintah setempat segera merampungkan proyek pembangunan jalan tersebut. Sebab, mereka khawatir jika terus dibiarkan, akan timbul korban lain yang diakibatkan oleh kondisi jalan yang belum selesai dibangun.

“Kami juga sudah sering melaporkan kejadian ini ke yang ngerjain jalan. Tapi enggak pernah digubris. Biasanya, kecelakaan di sini pas malam sampai subuh. Soalnya kan gelap, lampu penerangan jalan juga belum ada,” tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten Hadi Soeryadi memastikan akan memberikan tindakan tegas kepada pihak kontraktor jika terdapat kesalahan atas proyek pengerjaan jalan tersebut. Bahkan, Hadi tak segan untuk memutus kontrak jika memang kesalahannya juga berat.

“Saya baru dapat laporan seminggu yang lalu dari masyarakat. Saya sudah intruksikan kepada PPTK untuk mengecek dan memanggil kontraktor, kemudian melihat kondisinya seperti apa. Saya juga memerintahkan agar menemui pihak keluarga yang mengalami kecelakaan. Tentu kita akan tindak secara tegas kalau terdapat kesalahan,” kata Hadi. (Dhe/Red)