Beranda Pemerintahan Dibanderol Belasan Miliar, Proyek Gedung Setda Cilegon Enam Lantai Terancam Molor?

Dibanderol Belasan Miliar, Proyek Gedung Setda Cilegon Enam Lantai Terancam Molor?

57
0
Kepala DPUTR Kota Cilegon, Nana Sulaksana

CILEGON – Pembangunan gedung kantor baru Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon enam lantai yang sudah dijadwalkan pada tahun 2018, hingga Agustus ini tak kunjung dilaksanakan oleh Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kota Cilegon. Informasi yang dihimpun, belum terpenuhinya sejumlah dokumen lingkungan terakait pelaksanaan disinyalir akan menyebabkan pekerjaan senilai Rp16,4 miliar itu tertunda dan harus dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang.

“Tadinya memang rencana itu mau di-delete (tahun 2018), tapi kan ternyata itu masuk RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), jadinya tetap kita laksanakan, supaya tahun ini ngga boleh kosong,” bantah Kepala DPU-TR Cilegon, Nana Sulaksana kepada BantenNews.co.id melalui sambungan telepon, Minggu (5/8/2018).

Proyek fisik yang juga akan menelan anggaran pengawasan pekerjaan sekira Rp413 juta itu rencananya akan dibangun tepat di area belakang gedung Graha Praja Mandiri di dalam kawasan pemerintahan yang saat ini digunakan sebagai areal parkir kendaraan.

Nana menerangkan, untuk pembangunan lanjutan kontruksi atas pekerjaan itu nantinya, pihaknya sudah mengajukan permohonan anggaran lanjutan yang lebih dahsyat yakni senilai Rp31 miliar untuk tahun 2019 mendatang.

“Pekerjaannya ya paling sekitar tiga bulan lah, soalnya kan itu kita cuma nancep-nancepin tiang pancang doang, balok, sama urugan untuk struktur bawah. Jadi tahun depan tinggal naik dinding,” ucapnya dengan nada enteng.

Di bagian lain Kasie Perencanaan Bidang Cipta Karya DPU-TR Cilegon, Rommy Dwi Rahmansyah menegaskan bahwa untuk melaksanakan pembangunan tahap awal gedung yang bersebelahan dengan danau kecil di samping Masjid Nurul Iman itu, pihaknya berpedoman pada dokumen lingkungan yang sudah terbit pada 2016 silam, kendati lahan eksisting pekerjaan kini sudah mengalami banyak perubahan.

“Saya kurang tahu persis ya berapa luas lahannya, tapi Amdalnya sudah ada, kita pakai yang tahun 2016 dulu. Dokumen ini kan lebih dari UKL-UPL. Kalau tidak ada halangan, Senin (6/8/2018) ini kita masukkan dokumen lelangnya (ke LPSE Cilegon),” ujarnya via sambungan WhatsApp. (dev/red)