Beranda Nasional Dianggap Tidak Tepat Sasaran, Fraksi Gerindra Soroti Proyek LRT

Dianggap Tidak Tepat Sasaran, Fraksi Gerindra Soroti Proyek LRT

173
0
Bambang Haryo Soekartono saat meninjau proyek LRT

CILEGON – Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono melayangkan kritikan tajamnya menyangkut layanan jasa transportasi Light Rail Transit (LRT) di Palembang. Menurutnya proyek angkutan umum pemerintah itu hanya diperuntukkan bagi orang kaya lantaran LRT  hanya terkoneksi ke bandara setempat, tidak terkoneksi dengan angkutan publik massal. Dengan demikian masyarakat miskin tak bisa mengakses LRT tersebut, karena tujuannya hanya ke bandara yang biasa dimanfaatkan oleh orang-orang kaya.

“Jadi, ini sebenarnya angkutan untuk orang kaya. Itu sama saja memberi subsidi bagi golongan masyarakat kaya dan tentu saja tidak tepat sasaran. Mestinya subsidi hanya untuk orang miskin,” ujar Bambang dalam rilis yang diterima BantenNews.co.id, Jumat (29/6/2018).

Proyek yang telah menelan biaya Rp10,9 triliun ini rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 15 Juli mendatang. Pemerintah bahkan menambah lagi anggarannya sekira Rp126 miliar untuk kebutuhan selama enam bulan ke depan. “Ini kebijakan yang salah dari pemerintah. LRT bukan angkutan transportasi bagi rakyat kecil, karena tidak terkoneksi dengan angkutan massal lainnya seperti terminal, pelabuhan, dan stasiun,” terangnya.

Untuk mengoperasikan LRT, dibutuhkan energi listrik yang besar. Sembilan gardu dioperasikan untuk menyuplai kebutuhan 4,3 juta volt ampere. Per jam membutuhkan sekitar Rp80 juta atau Rp1,6 miliar per hari dengan generator solar bersubsidi. “Bila dikonversi untuk pengadaan rangkaian kereta, bisa membeli 1.200 gerbong penumpang dan 3.600 gerbong barang,” terang Anggota Fraksi Gerindra ini.

Bila rangkaian kereta sebanyak itu, lanjut Bambang, disebarkan ke seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan transportasi massal, tentu akan lebih menjadikan Indonesia sebagai negara yang hebat. Pertumbuhan ekonomi akan ikut tumbuh hebat, terlebih bila anggaran sebesar itu dimanfaatkan untuk pengadaan bus dan truk pengangkut penumpang maupun barang, bisa semakin banyak unit yang dibeli dan sebarkan ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. “Proyek nasional LRT tersebut hanya memboroskan anggaran,” tandasnya. (dev/red)

loading...