Beranda Pemerintahan Dianggap Mahal, Dirut ASDP Pertimbangkan Sewa Lahan TTM ke Pemkot Cilegon

Dianggap Mahal, Dirut ASDP Pertimbangkan Sewa Lahan TTM ke Pemkot Cilegon

Direktur Utama PT ASDP, Ira Puspadewi. (Foto : Gilang)

CILEGON – Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, Ira Puspadewi mengisyaratkan keberatannya terhadap hasil appraisal Pemkot Cilegon atas wacana kerja sama sewa lahan milik daerah di Terminal Terpadu Merak (TTM) oleh pihaknya.

Usai menggelar rapat tertutup bersama Plt Walikota Cilegon, Sekretaris Daerah dan Tim Kajian Pemkot Cilegon di ruang rapat Walikota Cilegon, Senin (17/12/2018), Ira mengungkapkan bahwa wacana kerja sama melalui opsi sewa lahan sekira 2 hektare tersebut belum final, kendati sebelumnya sudah diawali dengan kesepahaman di Memorandum Of Understanding (MoU).

“(Kerja sawa sewa lahan-red) kita lagi nimbang-nimbang. Insha Allah sewa, tapi detilnya harus dibicarakan lagi. Tadi kita bicarakan perwal, termasuk referensinya apa yang terbaik buat semua. Masing-masing ada kalkulasinya (lewat tim) ketemu di tengahnya gimana, itu yang dibicarakan,” ujarnya.





Pertimbangan tingginya hasil appraisal tim kajian Pemkot Cilegon atas nilai sewa yang digadang-gadang hampir mencapai Rp3 miliar disinyalir terlalu memberatkan BUMN tersebut.

“Yang pasti jangan mau rugi dong, semuanya harus baik. Jadi jangan hanya dilihat uang, tapi total value, total nilai buat Cilegon dan total nilai buat Indonesia,” kilahnya.

Terpisah Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi tidak menampik adanya isyarat keberatan dari pihak ASDP atas target pendapatan yang diharapkan Pemkot Cilegon dapat menggantikan retribusi daerah dari TTM yang hilang sejak akhir tahun 2016 silam.

“Ya kita cari jalan tengahlah, dia (Dirut PT ASDP) bilang kemahalan (nilai sewa lahan) dari kitanya. Dia pengen dengan Rp3 ribu permeter (Perwal nomor 8 tahun 2017), tapi kan buat saya kemurahan. Jadi nanti ambil jalan tengah, negosiasinya gimana gitu. Artinya jalan tengah itu, tidak boleh terlalu rendah dan tidak boleh terlalu tinggi,” ujarnya. (dev/red)