CILEGON – Di tengah kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sejumlah pengadaan untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Provinsi Banten Tahun 2026 di Kota Cilegon menjadi sorotan. Salah satunya adalah paket pengadaan handuk kontingen kegiatan Popda, Peparpeda, dan Potrada dengan nilai anggaran mencapai Rp122.627.250.
Temuan tersebut terungkap dari data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) yang mencantumkan paket pengadaan handuk dengan pagu anggaran lebih dari Rp122 juta.
Besarnya anggaran itu menarik perhatian publik mengingat Pemerintah Kota Cilegon saat ini tengah melakukan efisiensi belanja daerah. Terlebih, penyelenggara Popda sendiri mengakui anggaran yang tersedia untuk pelaksanaan kegiatan masih belum mencukupi.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Cilegon, Sakri Jasiman, mengungkapkan bahwa anggaran sekitar Rp5 miliar yang dialokasikan untuk penyelenggaraan Popda Banten 2026 masih mengalami kekurangan untuk menutupi seluruh kebutuhan kegiatan.
“Memang anggaran Rp5 miliar itu masih kurang. Makanya untuk kendaraan operasional atlet dan ofisial kami meminjam kendaraan dari OPD-OPD. Seluruh OPD sudah kami surati untuk membantu mobilitas atlet selama pelaksanaan Popda,” kata Sakri belum lama ini.
Menurutnya, sejumlah kebutuhan pendukung seperti baliho dan spanduk promosi bahkan tidak seluruhnya terakomodasi dalam anggaran yang tersedia. Untuk mengatasinya, panitia menggandeng sejumlah perusahaan dan industri di Kota Cilegon untuk memberikan dukungan.
“Termasuk baliho juga tidak tercover dalam anggaran. Kami meminta bantuan kepada industri-industri untuk pencetakannya. Mereka yang mencetak, kemudian dikirim ke kami untuk dipasang,” ujarnya.
Meski demikian, Sakri menegaskan bahwa kebutuhan atlet menjadi prioritas utama. Perlengkapan seperti seragam, sepatu, kaos kaki, hingga kebutuhan penunjang lainnya dipastikan tetap tersedia agar atlet dapat bertanding secara maksimal.
“Kalau untuk sepatu, kaos kaki, dan perlengkapan atlet lainnya tentu harus tercover. Atlet yang akan bertanding membawa nama daerah sehingga kebutuhan mereka menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik terkait skala kebutuhan dan urgensi sejumlah pengadaan yang nilainya cukup besar, termasuk pengadaan handuk kontingen senilai Rp122,6 juta. Apalagi, di saat yang sama panitia mengakui masih harus meminjam kendaraan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan meminta dukungan pihak industri untuk memenuhi kebutuhan pendukung kegiatan.
Sakri menjelaskan fokus penggunaan anggaran saat ini diarahkan pada kebutuhan yang berkaitan langsung dengan atlet serta kesiapan venue pertandingan. Sementara kebutuhan lainnya diupayakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami mengutamakan atlet karena mereka yang akan bertanding dan mengharumkan nama Kota Cilegon. Karena itu seluruh kebutuhan pokok atlet harus dipastikan terpenuhi,” pungkas Sakri.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
