Beranda Pemerintahan Di Pusat Ibu Kota Provinsi Banten, Warga Keluhkan Jalan Rusak

Di Pusat Ibu Kota Provinsi Banten, Warga Keluhkan Jalan Rusak

Jalan Ayip Usman, Kota Serang tepatnya di Lingkungan Cikepuh, Kota Serang rusak parah. (Wahyu/bantennews)

SERANG – Jalan Ayip Usman, Kota Serang tepatnya di Lingkungan Cikepuh, Kota Serang rusak parah. Kondisi jalan di pusat Ibu Kota Provinsi Banten tersebut rusak dengan lubang paling dalam 40 centi meter pada bagian tepi jalan. Kondisi tersebut dikeluhkan pengguna jalan yang melintas lokasi.

Rido, warga Kota Serang yang setiap hari melintas di jalan tersebut mengaku resah dengan kondisi jalan. Selain membahayakan pengendara, jalan rusak kerap menyebabkan kemacetan cukup parah, terutama di waktu sibuk, berangkat dan pulang kerja.

“Kita nggak bisa buru-buru, kalau maksa lewat dari pinggir jalan ada lubang besar. Bahaya, sampai ada pengendara sepeda motor jatuh,” kata Rido kepada BantenNews.co.id, Selasa (23/4/2019).

Selain pemotor, lanjut Rido, pengendara roda empat dan roda enam yang mengangkut barang kerap mengurangi kecepatan. “Tadi truk lewat sampai miring, nyaris terbalik karena roda bagian belakang menginjak lubang yang dalam,” kata dia.

Yani, pemotor lain yang melintas di lokasi mengaku pernah terjatuh di lokasi jalan rusak. Rebutan jalan dengan kendaraan roda empat membuatnya tak bisa mengendalikan laju motor. “Saya sudah klakson tapi mobilnya maksa ambil jalur tengah untuk menghindari lubang, akhirnya saya yang nabrak lubang dan jatuh,” kata Yani.

Pantauan di lokasi, kondisi jalan berlubang di mana-mana. Warga setempat menggunakan tanah untuk menambal beberapa bagian. Namun air hujan membuat urukan menjadi lumpur yang semakin membuat kondisi jalan licin untuk dilalui.

Di titik lain, warga menggunakan kursi plastik untuk menandai lubang jalan. Dengan rambu seadanya pengguna jalan terpaksa menghindari jalan. Sebelumnya, warga juga sempat protes dengan menanam pohon pisang di jalan yang biasa dilalui wisatawan yang akan ziarah ke Banten Lama tersebut. Namun belum ada upaya serius dari pemerintah untuk memperbaikinya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten. Nomor telepon Kepala DPUPR Provinsi Banten tidak merespon panggilan wartawan. (You/Red)