Beranda Pilkada Serentak 2020 Di Debat Kedua Jokowi Akan Fokus Paparkan Capaian, Prabowo Akan Kritik Pemerintahan

Di Debat Kedua Jokowi Akan Fokus Paparkan Capaian, Prabowo Akan Kritik Pemerintahan

Ilustrasi - foto istimewa google.com

JAKARTA – Debat Capres-cawapres putaran kedua yang akan berlangsung pada 17 Februari 2019, Jokowi akan fokus memaparkan capaian kinerjanya selama menjabat sebagai Presiden.

Sebut saja penanganan kabut asap sampai lingkungan hidup, yang ditangani secara tegas oleh Jokowi.

“Soal energi jelas sekali bagaimana Jokowi mengembangkan Indonesia dalam supply energi memadai, Indonesia bisa tercukupi, pemerintah sungguh-sungguh mengatasi kekurangan energi,” kata Mukhamad Misbakhun, jubir TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Rabu (13/2/2019).

Saat debat pertama, Jokowi-Ma’ruf Amin, telah membahas panjang lebar tentang HAM, hukum, pemberantasan terorisme, dan korupsi.

Terkait pengembangan energi dalam negeri, Jokowi memulai energi terbarukan, mulai dari PLTB di Sulawesi, panas bumi sudah masuk tahap pengembangan.

“Membangun jalan tol, telekomunikasi, ring tengah barat dan timur. Sambungan internet capaian 87 persen. Ini prestasi luar biasa, karena selesainya satelit palapa ring,” terangnya.

Pemerintahan Jokowi pun mampu melakukan nasionalisasi aset, sebut saja pemerintah dapat memgambil kembali blok Mahakam, Rokan, hingga Freeport sehingga bisa menguasai mayoritas.

Pihak BPN Prabowo-Sandi, mengatakan kalau ada peraturan yang menyatakan di tahun 2025, energi terbarukan Indonesia harus mencapai 23 persen. Namun kini baru mencapai 8 persen.

“Bahwa kita tidak menampilkan usaha yang dilakukan pemerintah. Namun, dalam upaya itu ada koreksi, di sini kita lakukan koreksi terhadap program yang sudah dilakukan. Saya pikir koreksi kami konstruktif,” kata Suhendra Ratu Prawiranegara, Jubir BPN Prabowo-Sandi, Rabu (13/2/2019).

Debat kedua nanti diprediksi akan terjadi saling kritik. Namun catatan, debat kandidat tidak menjadi tolok ukur kemenangan salah satu calon. Jokowi diprediksi akan lebih unggul, karena akan menyampaikan hasil kinerjanya di periode pertama.

Debat mengenai teman pangan, diprediksi akan imbang. Jokowi memang mengurangi import dan lebih kecil dibandingkan jaman SBY menjadi Presiden.

“Energy fosil diprediksi akan habis 30 tahun mendatang. Bayangkan kita akan gelap seperti zaman jahiliyah. Tapi bisa gak kita memanfaatkan EBT. Dulu kendaraan pakai energy fosil, 30 tahun lagi kendaraan akan pakai yang lain mungkin gas, energi surya, semua harus dikembangkan dari sekarang,” kata Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Rabu (13/2/2019).

Selama pemerintahan Jokowi, pertumbuhan ekonomi berada dikisaran lima persen dengan nilai inflasi tidak pernah lebih dari 3,5 persen.

“Satelit palapa berdasarkan hitungan saya dengan injeksi investasi Rp33 triliun, menghasilkan output Rp74 triliun dan ribuan tenaga kerja. Dalam konteks multiplier effect ini sangat signifikan,” kata Fithra Faisal Hastiadi, Pengamat Ekonomi UI, Rabu (13/2/2019). (You/Red)